
.
MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana memimpin apel kesiapan pengamanan yang berlangsung di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, sebelum personel menjalankan tugas di lapangan.
Sementara berdasarkan pemantauan sebanyak 1.897 Personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Kota Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ribuan personel tersebut berasal dari Polda Sulawesi Selatan, Satuan Brimob, Polrestabes Makassar, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Pengerahan personel gabungan itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Rekan-rekan sudah dibekali pengetahuan dan pelatihan dalam penanganan unjuk rasa. Karena itu, laksanakan tugas secara profesional dan humanis,” katanya.
Arya mengatakan, pengamanan unjuk rasa tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Setiap tindakan personel harus mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat.
“Tidak boleh ada tindakan kekerasan atau sikap represif, kecuali dalam kondisi yang benar-benar mengancam keselamatan personel maupun masyarakat,” bebernya.
Ia juga meminta seluruh anggota memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebelum menempati posisi pengamanan. Kesiapan perlengkapan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
Personel kepolisian, kata dia, harus mengutamakan pelayanan dan perlindungan selama mengawal aksi. Pengamanan tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Tujuan kita adalah memberikan rasa aman dan pelayanan kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga keamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Laksanakan tugas sesuai aturan dan jangan bertindak di luar prosedur,” ujarnya.
Selain mengamankan massa aksi, personel gabungan juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar lokasi demonstrasi.
Aktivitas masyarakat dan pengguna jalan harus tetap menjadi perhatian selama pengamanan berlangsung.
Arya menegaskan bahwa setiap personel harus menjalankan instruksi sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
Koordinasi antarsatuan diperlukan agar pelaksanaan pengamanan berjalan tertib dan terarah.
Kesamaan arahan diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman antarpersonel ketika menghadapi dinamika situasi di lapangan.
Apel kesiapan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar. Kehadiran mereka menjadi bagian dari koordinasi lintas satuan dalam mempersiapkan pengamanan aksi.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Eddy Sumantri.(*).