-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Kapolda Sulsel, Monitor Situasi Aksi Unras Memperingati Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran di Makassar
Kapolda Sulsel, Monitor Situasi Aksi Unras Memperingati Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran di Makassar

Kapolda Sulsel, Monitor Situasi Aksi Unras Memperingati Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran di Makassar

Foto.- Peserta unjuk rasa memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kota Makassar, Pada Hari Selasa, Tanggal 20 Oktober 2026.

MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin memantau langsung situasi di lapangan, Pada Hari Selasa, Tanggal 20 Oktober 2026, bersamaan dengan aksi unjuk rasa memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kota Makassar.

Berikut adalah detail situasi pengamanan dan jalannya unjuk rasa di Jalan A.P. Pettarani dan sekitarnya:

1.- Pemantauan Langsung Kapolda: Sebagai bagian dari implementasi program kedekatan kepolisian dengan masyarakat, Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin turun langsung ke jalan-jalan protokol di Makassar, guna memonitor situasi sekaligus mengatur arus lalu lintas agar mobilitas warga tetap terjaga di tengah kepungan aksi demonstrasi.

1.- Kericuhan di Pertigaan Jalan A.P. Pettarani: Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di pertigaan Jalan A.P. Pettarani - Jalan Letjen Hertasning sempat memanas dan berakhir ricuh.

Bentrokan fisik dan aksi saling dorong terjadi setelah petugas kepolisian yang dipimpin Kasat Samapta Polrestabes Makassar berusaha mengamankan ban bekas yang hendak dibakar oleh massa mahasiswa.

2.- Tuntutan Massa: Dalam aksi tersebut, kelompok mahasiswa menyoroti berbagai isu krusial nasional dan regional, termasuk evaluasi kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak penuh pada rakyat serta penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

3.- Pengerahan Personel Skala Besar: Guna mengamankan puluhan titik aksi di Makassar, sebanyak 1.897 personel gabungan dari Polda Sulsel, Brimob, Polrestabes Makassar, TNI, hingga Satpol PP dikerahkan.

Apel kesiapan sebelumnya dipimpin oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo dengan instruksi untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.

Secara keseluruhan, wilayah hukum Polrestabes Makassar sendiri mencatat ada sekitar 33 titik aksi unjuk rasa dari 20 elemen berbeda yang tersebar di berbagai sudut jalan utama kota pada hari tersebut.

Sementara berdasarkan pemantauan demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Pada Hari Selasa Tanggal 20/10/2026, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) terlibat adu jotos.

Mahasiswa kemudian melakukan perlawanan hingga terjadi aksi saling dorong dan adu jotos. Situasi mereda setelah personel gabungan Polrestabes Makassar dan Satbrimob Polda Sulsel mundur.

Mahasiswa kemudian melanjutkan aksi dengan menyampaikan tuntutan melalui orasi. Dalam demonstrasi tersebut, massa mendesak pemerintah pusat segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum tuntas, terutama di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Polisi dari Polrestabes Makassar yang dipimpin Kasat Samapta Kompol Joko Pamungkas berusaha menghentikan pembakaran.

Seorang mahasiswa bahkan dipiting saat berusaha melindungi ban yang terbakar. Tak terima rekannya diperlakukan demikian, massa mendorong balik petugas.

Polisi akhirnya menyita ban bekas yang dikumpulkan mahasiswa. Sekitar pukul 13.53 WITA, massa tetap melanjutkan orasi tanpa membakar ban. Polisi berjaga untuk mencegah pembakaran susulan, sebelum meninggalkan lokasi setelah situasi terkendali.

Dalam aksi tersebut, GAM mengecam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga Sumatera.

Mereka menilai pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka gagal menghentikan bencana tersebut setelah dua tahun berkuasa.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.