-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Kapolres Maros Tekankan Bahaya Penyebaran Hoaks di Hadapan Kader HMI
Kapolres Maros Tekankan Bahaya Penyebaran Hoaks di Hadapan Kader HMI

Kapolres Maros Tekankan Bahaya Penyebaran Hoaks di Hadapan Kader HMI

Foto.- AKBP Douglas Mahendrajaya, Kapolres Maros saat menjadi pemateri dalam kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangan Maros, Pada Hari Kamis Tanggal 21/5/2026.

MAROS, SPIRITNEWS.COM.- Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr. Opsla hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangan Maros, Pada Hari Kamis Tanggal 21/5/2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres membawakan materi mengenai keamanan di era digital. Fokus pembahasan yakni terkait bahaya penyebaran berita hoaks dan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Di hadapan para kader HMI, AKBP Douglas Mahendrajaya menekankan pentingnya bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap aman dan kondusif.

Mengusung pesan “Saring Sebelum Sharing, Damai Sebelum Konflik”, Kapolres Maros mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia menyampaikan bahwa informasi yang tidak dikendalikan dapat berkembang menjadi gangguan keamanan. Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat sebelum menyebarkan sebuah informasi.

“Kecepatan informasi yang tidak diimbangi dengan verifikasi dapat menjadi ancaman keamanan baru. Hoaks dan provokasi di media sosial bisa memicu keresahan bahkan konflik sosial,” ujar AKBP Douglas Mahendrajaya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah terpancing isu yang beredar di media sosial tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber informasi tersebut.

“Jangan langsung percaya dan membagikan suatu informasi hanya karena cepat tersebar. Pastikan dulu sumbernya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, karena satu informasi hoaks bisa berdampak luas di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kapolres juga mengajak kader HMI untuk menjadi pelopor literasi digital. Menurutnya, mahasiswa harus mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat terkait penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kami berharap kader HMI bisa menjadi contoh dalam menjaga persatuan, menciptakan suasana damai, dan membantu menangkal penyebaran hoaks di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Kegiatan Intermediate Training berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi mengenai tantangan keamanan sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.(Rusli/Humas Polres Maros).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.