
MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen.Pol Djuhandani memastikan seluruh jajaran Polri bersinergi dengan TNI dan Basarnas untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban kecelakaan pesawat yang terjadi baru-baru ini.
Fokus utama saat ini adalah pengumpulan data identitas korban melalui jalur medis.
Kapolda menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan sejak malam kejadian untuk mendirikan posko gabungan.
Saat ini, RS Bhayangkara Makassar telah disiagakan sebagai pusat identifikasi korban.
Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan Pangdam untuk langkah-langkah evakuasi.
Untuk identifikasi, RS Bhayangkara menjadi rujukan utama dengan dukungan tim DVI Mabes Polri,” ujar Kapolda dalam keterangannya.
Mekanisme “Jemput Bola” bagi Keluarga Korban
Hingga saat ini, tim medis telah mengantongi satu data dan nbsp;antemortemdan nbsp;dari keluarga korban, yakni adik kandung kopilot pesawat tersebut.
Mengingat domisili keluarga korban yang tersebar, Polri menerapkan sistem jemput bola untuk mempermudah proses pengambilan data.
Jika keluarga tidak bisa ke Makassar, tim kami di wilayah masing-masing yang akan mendatangi mereka.
Tujuannya agar proses identifikasi berjalan cepat dan akurat,” tambah Kapolda.
Sinergi antara instansi ini diharapkan dapat memberikan kepastian secepat mungkin bagi pihak keluarga di tengah situasi duka ini. (*).