-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
Kapolres Pangkep Makan Nasi Dos Bersama Tahanan
Kapolres Pangkep Makan Nasi Dos Bersama Tahanan

Kapolres Pangkep Makan Nasi Dos Bersama Tahanan

Foto, Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, 
Pada Hari Kamis Tanggal,  16/8/2018, didalam tahanan Mapolres.

SpiritNews. com.- AKBP Tulus Sinaga, buat suasana yang berbeda terhadap para tahanan di Mapolres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) siang tadi, dimana para tahanan Polres yang sementara menjalani proses pemeriksaan akibat melakukan tindak pidana nampak sedang melakukan santap siang bersama didalam tahanan dengan Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, Pada Hari Kamis Tanggal,  16/8/2018.

Sementara berdasarkan hasil liputan awak media terlihat makanannyapun kali ini agak istimewa dibandingkan sajian makanan yang biasana setiap hari disantap ditahanan, Jika biasanya mereka makan nasi dengan lauk sayur dan ikan atau telur goreng, hari ini mereka disuguhi nasi campur dengan lauk lengkap yang di pesan di salah satu warung makan di Pangkep serta bersantap siang dengan Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga.

Menurut Tulus Kegiatan tersebut dilakukan tanpa perencanaan sebelumnya, hanya saja kali ini tulus punya waktu luang uantuk berbaur dengan para tahanan polres Pangkep tersebut, tujuan giat ini, diharapkan dapat memotivasi para tahanan untuk tetap semangat dalam menjalani hukuman.

Begitu pun nantinya, ketika kembali ketengah tengah masyarakat, untuk termotivasi agar dapat move on secara normal sehingga tidak lagi mengulangi perbuatannya.

"Sebenarnya hal ini biasa saja. Cuman, memang kebetulan ada waktu luang, kita sempatkan makan siang bersama tahanan di ruang sel tahanan,. Tujuannya membangun komunikasi dan memberikan harapan, agar dia tidak mengulangi lagi perbuatannya, jangan sampai hilang harapan sehingga mereka tidak ada keinginan untuk move on," ujar Tulus.

Kepada para tahanan, Tulus meminta untuk tidak salah kaprah memusuhi polisi yang telah menangkap mereka. namun diharapkan menjadi renungan bagi mereka untuk mengevaluasi diri dari tindakan melanggar hukum agar bisa hidup lebih baik kedepannya. Tulus juga menegaskan Keberadaan polisi dalam negara adalah sebagai representasi hukum yang harus menegakkan hukum kepada siapa saja yang melanggar aturan di negara kesatuan Republik Indonesia.

"Jangan pernah berfikir penahanan kalian merupakan wujud kebencian, melainkan sebagai wujud dari renungan diri atas apa yang telah dilakukan. Kami tidak pernah benci kalian, yang kami benci perbuatan kalian, Hanya saja, penahanan yang dilakukan polisi adalah bentuk representasi dari regulasi dan aturan hukum,” jelasnya.

Tulus juga memberikan memotivasi kepada para tahanan untuk tetap semangat dalam menjalani hukuman. Begitu pun nantinya, ketika kembali ketengah tengah masyarakat, untuk termotivasi berbuat hal yang positif. Dan tidak mengulangi kembali, perbuatannya yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Tahanan itu, jangan dipandang selamanya sebagai orang yang jahat. Mereka juga dapat berubah baik dan berbuat hal fositif saat kembali ditengah tengah masyarakat nantinya" Terangnya.

Diketahui, saat ini tahanan di Mapolres Pangkep yang tengah menjalani pemeriksaan atas tindak pidana yang mereka perbuat ada 18 orang yang mana tahanan tersebut didominasi oleh tahanan narkoba. (Rusli).


Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.