-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
Wakapolda Sulsel, Rekrumen Calon Anggota Polri Tak Ada Nyogo nyogo dan Nitip nitip
Wakapolda Sulsel, Rekrumen Calon Anggota Polri Tak Ada Nyogo nyogo dan Nitip nitip

Wakapolda Sulsel, Rekrumen Calon Anggota Polri Tak Ada Nyogo nyogo dan Nitip nitip

Foto, Wakapolda Sulsel didampingi Irwasda, Karo Sdm, Kabid Dokkes 
dan Ka SPN Batua Polda Sulsel, saat menyapa casis bintara di Aula SPN Batua, 
Pada Hari Selasa Tanggal 1 Mei 2018, Pukul 15:35 Wita.

SpiritNews, com.- Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Risyapudin Nursin didampingi Irwasda Kombes Pol Robert Haryanto, Karo Sdm Kombes Pol Yohannes Ragil, Kabiddokkes Kombes Pol Raden Harjuno, dan Ka SPN Batua Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, Kabid Propam Kombes Pol Riko Sunarko, bersama Pengawas Eksternal dan Internal saat menyapa casis Bintara Umum di Aula SPN Batua Makassar.

Pada kesempatan tersebut Wakapolda Sulsel, menjelaskan kepada 193 Orang casis bintara bahwa pemeriksaan kesehatan calon anggota polri tahun anggaran 2018 ini, bukan main main serta kita tidak mau ada yang nyogo nyogo dan nitip nitip dan hal itu berlaku dizaman dulu dizaman kuda gigi besi jelas Wakapolda.

Dia juga menyampaikan bahwa kita juga tidak mau ada yang pernah terlibat narkoba, atau tidak ketahui habis jatuh, karena kita disini mencari calon anggota polri yang sumber daya manusianya hebat, kita tidak mau belum berumur 58 tahun sudah sakit sakitan dan hal ini adalah tanggungjawab kita semua, ucapnya.

Selain itu, Risyapudin juga berpesan bila panitia mengumumkan hasil rikkes ade ade yang belum berhasil jangan kecewa, siapa tahu ade ade reskinya ada di akpol, dan ade ade juga harus jaga kesehatan dan  jangan dirusak, karena ade ade ini masih banyak peluangnya untuk kerja ditempat  lain.

Dijelaskan pula kepada para peserta seleksi agar selalu yakin terhadap dirinya sendiri karena panitia rekrukmen telah diperintahkan untuk tetap pada prinsip “ BETAH “ Yakni ; BERSIH, TRANSPARAN, AKUNTABEL dan HUMANIS, selama proses test disetiap item, kami juga diwasi dari pengawasan eksternal dan internal baik dalam proses test maupun saat rapat penentuan hasil test ade ade.

Diakhir arahannya dia juga menyampaikan pada para casis bahwa Panitia penerimaan membuka ruang untuk konsultasi mengenai kekurangan dari hasil ade ade sehingga dinyatakan Tidak Memenuhui Syarat (TMS).

Wakapolda Sulsel, berharap agar ade ade dapat berkonsultasi dengan Kabiddokkes Kombes Pol Raden Harjuno untuk mempertanyakan apa kekurangan, sehingga tidak memenuhui syarat dan ade ade itu harus tahu apa kekurangannya, terangnya. (*).


Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.