INDEPENDEN TERPERCAYA UTAMAKAN CEK AND RICEK

ONLINE-SPIRIT.COM,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP UTAMA NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH MEDIA SPIRITNEWS " AYO JADIKAN KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN DARI SEGALA KEGIATANNYA " PESTA DEMOKRASI TAK LAMA LAGI AYO SELURUH RAKYAT INDONESIA MENENTUKAN PEMIMPIN YANG TERBAIK UNTUK BANGSA DAN NEGARA YANG KITA CINTAI INI "
 Salasa Dg.Ngawing Di Duga Terlibat Penjualan Asset Negara Di Laikang
 Salasa Dg.Ngawing Di Duga Terlibat Penjualan Asset Negara Di Laikang

Salasa Dg.Ngawing Di Duga Terlibat Penjualan Asset Negara Di Laikang


Foto,Papan bicara milik pemprov Sulsel dan  tanah,di Desa Punaga dan Desa Laikang,Kec.Marbo,Kab.Takalar.Provinsi Sulsel.
 
 SpiritNews.com.- kurang lebih satu bulan kasus penjualan asset Negara pada wilayah pemukiman transmigrasi di Desa laikang Kecamatan Mangarabombang bak primadona yang selalu menjadi trending topik pembicaraan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lapisan bawah hingga yang diatas.

Kasus yang telah menyeret Camat Mangarabombang Noor utari, Kades Laikang Sila Laidi dan Sekdes Laikang Risno Suswanto bahkan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin,telah menyita perhatian banyak pihak terutama dikalangan para awak media.

Berdasarkan investigasi yang telah dilakukan koran spirit news dan online-spirit.com, bahwa kasus yang saat ini sementara dalam penanganan Kejaksaan Tinggi Sulsel di sinyalir banyak oknum yang telah terlibat dalam persoalan ini.
Salah satu oknum yang diduga terlibat dalam kasus penjualan asset tanah negara yang saat ini belum diperiksa adalah salasa Dg.Ngawing yang merupakan warga Ongkowa Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang.

Dimana yang bersangkutan disinyalir turut membantu terjadinya tindak pidana yang telah dilakukan Camat Marbo CS, pasalnya Salasa Dg.Ngawing diduga turut serta dalam proses penerbitan surat penjualan lahan transmigrasi.

sementara itu Salasa Dg.Ngawing yang berusaha dikonfirmasi via ponselnya bernomor 0823 4938 6070 diterima oleh seseorang yang mengaku anaknya salasa Dg.Ngawing bernama Sahar sembari berkata silahkan bapak pertanyakan semua hal yang berkaitan dengan orang tuaku biar saya yang bertanggung jawab.
Namun pada saat di tanya mengenai keterlibatan bapaknya dalam kasus penjualan lahan transmigrasi dia malah bertanya balik kepada wartawan "bapak tau tidak UUD No. 18 tanpa menjelaskan tahun dan perihal tentang UUD tersebut".

Namun tatkala handphone dimatikan, awak media ini dihubungi oleh nomor 085395606467 mengaku bernama Salam kakak dari Sahar yang juga anak dari Salasa Dg.Ngawing mengatakan saya ini adalah mahasiswa dari UIT Makassar, Alumni tahun 2009 dan juga koordinator lapangan( korlap )pada saat aksi di DPRD Provinsi Sulsel dan Kejati Sulsel baru baru ini,ujarnya.

Salam juga mengaku kalau hampir setiap saat ketemu dengan humas Kejati Sulsel dan membicarakan persoalan kasus penjualan asset Negara dan saya kira tidak ada masalah, akunya salam. Dia juga meminta pada media ini untuk tidak memberitakan masalah ini.

Sementara itu salah satu tim pemeriksa dari Kejaksaan Tinggi Sulsel Sandi Setiyadi SH mengakui telah mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat dalam kasus penjualan asset Negara di Laikang dan dalam waktu dekat akan panggil untuk diperiksa. " Kami sudah kantongi beberapa nama yang terlibat dalam kasus ini dan semua akan dipanggil untuk periksa", tegas Sandi, (Tiro).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.