INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

****ONLINE.SPIRIT.COM**** DITERBITKAN OLEH : YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH, ****NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM, ****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015****,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH KORAN SPIRITNEWS " JADIKANLAH KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
 Pertumbuhan Ekonomi RI,Masih Dari Konsumsi Rumah Tangga
 Pertumbuhan Ekonomi RI,Masih Dari Konsumsi Rumah Tangga

Pertumbuhan Ekonomi RI,Masih Dari Konsumsi Rumah Tangga


Foto,Ilusutrasi Pertumbuhan ekonomi.

SpiritNews.com.- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2016 sebesar 5,02 persen secara year on year (yoy). Sementara pertumbuhan ekonomi kumulatif sejak kuartal I hingga kuartal III 2016 sebesar 5,04 persen. 

Sementara menurut Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal ini lebih didorong oleh konsumsi rumah tangga yang mengalami pertumbuhan 5,01 persen secara yoy dan naik 3,48 persen dari kuartal lalu. Ia menilai, dengan kondisi ekonomi global yang masih tertekan, angka pertumbuhan yang diraih kali ini tergolong sesuai ekspektasi. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari hasil pemantauan dilapangan usaha dan sisi produksi, pertumbuhan kali ini disumbang oleh sektor transportasi dan pergudangan yang naik 5,34 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kenaikan 4,69 persen, serta konstruksi naik 4,36 persen. 

Khusus untuk konsumsi rumah tangga, pertumbuhan didorong oleh pengeluaran di sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, dan konsumsi makanan dan minuman. "Selain itu, penjualan ritel naik. Indikator kedua penjualan mobil penumpang tumbuh 17,49 persen, dan impor barang konsumsi tumbuh 11,19 persen. Volume transkasi kartu kredit tumbuh 2,75 persen dan inflasi di 3,07 persen. Inflasi rendah tidak akan berimbas pada kemampuan daya beli," ujar Suhariyanto menjelaskan di Kantor Pusat BPS, Senin (7/11). 

Catatan peristiwa yang dinilai memberikan pengaruh atas pertumbuhan ekonomi kuartak ketiga ini menurut Suhariyanto, yakni kondisi pereknomian global kuartal III yang belum stabil. BPS mencatat, ada sejumlah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi namun ada juga yang justru ekonominya melambat. 

Bila dilihat dari tiga negara tujuan ekspor utama Indonesia, negara AS mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen. Sedangkan Cina stagnan di angka 6,7 persen, dan Singapura anjlok dari 2 persen menjadi 0,6 persen. 

"Dilihat dari APBN, bisa dilihat realisasi belanja pemerintah di kuartal ketiga menurun dibanding tahun lalu," ujar dia.(*).Sumber berita REPULIKA.CO.ID.



Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.