SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Kapolri,Sepakat Aksi 2 Desember Digelar di Monas
Kapolri,Sepakat Aksi 2 Desember Digelar di Monas

Kapolri,Sepakat Aksi 2 Desember Digelar di Monas



Foto,Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyampaikan tempat digelarnya
 demonstrasi (Aksi Bela Islam) jadi dilaksanakan di Monas.

SpiritNews.com.-Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri )Jenderal Tito Karnavian,pertemuan tersebut digelar bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para tokoh agama lainnya di Kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016). 

Sementara pertemuan tersebut turut  dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian (keempat dari kiri) bersama pimpinan Ormas Islam,Ketua MUI Ma'ruf Amin (keenam kiri), Ketua umum FPI Rizieq Shihab (kelima kanan), Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir (ketiga kanan) serta sejumlah pemuka agama, diantaranya Abdullah Gymnastiar (ketiga kiri), memberikan keterangan pers terkait aksi 2 Desember di Kantor MUI, Jakarta.

Lanjut Jenderal Tito Karnavian mengatakan dalam pertemuan tersebut,bahwa Kapolri sepakat pelaksanaan demonstrasi pada tanggal 2 Desember 2016,dengan tajuk “Aksi Bela Islam”,diselenggelarakan di Monas. 

Pada kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan bahwa sebelumnya aksi tersebut akan digelar di Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman,namun sesuai dengan kesepakatan diubah,yang jelasnya jadi demonstrasi bertempat di lapangan Monas,MI/Panca Syurkani.

Selain itu,Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah membuat 5 kesepakatan dengan Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Habib Rizieq terkait aksi 212. Menurut Rizieq, kesepakatan ini merupakan bentuk win-win solution.

“Ini merupakan win-win solution,” kata Rizieq dalam konferensi pers bersama di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Hadir dalam konferensi pers ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Ketum MUI Ma’ruf Amin. Sebelum konferensi pers digelar, Kapolri dan GNPF MUI menggelar pertemuan yang difasilitasi oleh Ma’ruf Amin.

Dalam sesi awal konferensi pers, Tito mengatakan, Polri dan GNPF MUI sepakat salat Jumat digelar di halaman Monas. Polri melarang salat Jumat digelar di Sudirman-Thamrin karena itu menganggu ketertiban umum.

Rizieq mengatakan rencana GNPF MUI untuk menggelar salat Jumat di Sudirman-Thamrin bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin insiden desak-desakan di Masjid Istiqlal pada saat demo 4 November 2016 terulang. Oleh karena itu, dia meminta agar aksi dan salat Jumat digelar di jalanan terbuka.

“Terima kasih kepada MUI dan Kapolri. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ada kesepakatan-kesepakatan yang sudah kami sepakati,” ujar Rizieq.

Rizieq lantas membacakan lima poin kesepakatan pihak GNPF dengan Polri:

1.-GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada Jumar 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai berupa aksi ibadah gelar sajadah untuk salat Jumat. Akan tetapi tanpa merubah tuntutan aksi 212, yaitu tegakkan hukum yang berkeadilan dan target kami tetap, agar penista agama ditahan.

2.-GNPF MUI dan Polri juga telah sepakat bahwa Aksi Bela Islam III akan digelar dengan dizkir dan doa keselamatan negeri dari jam 8 pagi sampai usai salat Jumat.

3.-GNPF MUI dan Polri sepakat, usat salat Jumat para pimpinan GNPF MUI akan menyapa di sepanjang jalan sekaligus melepas mereka pulang dengan tertib.

4.-GNPF MUI sepakat dengan Polri tentang perlunya dibentuk tim terpadu antara Satgas GNPF MUI dengan Polri untuk mengatur teknis pelaksanaan. Tim terpadu juga mengatur mengenai peserta aksi dari luar agama Islam.

5.-Jika ada gerakan pada tanggal 2 Desember 2016 di luar kesepakatan yang sudah dibuat antara GNPF MUI dan Polri, maka gerakan tersebut dipastikan bukan bagian dari GNPF MUI. Polri dipersilakan menggunakan hak dan kewenangannya mengambil tindakan yang diperlukan.(*).Sumber berita MetroNews.com.


Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.