-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Pagi di Sungguminasa, Aksi Spontan AKBP Nur Ichsan Menolong Korban Kecelakaan
Pagi di Sungguminasa, Aksi Spontan AKBP Nur Ichsan Menolong Korban Kecelakaan

Pagi di Sungguminasa, Aksi Spontan AKBP Nur Ichsan Menolong Korban Kecelakaan

Foto.- AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., Kabag OPS Satbrimob Polda Sulsel, saat membantu sesama pengguna jalan yang sedang mengalami kecelakaan, Pada Hari Selasa Tanggal 13 Oktober 2026.

GOWA, SPIRITNEWS.COM.- Kabag OPS Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., sedang mengayuh sepeda menuju Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Pagi itu, Pada Hari Selasa Tanggal 13 Oktober 2026.

Namun, perjalanan rutinnya mendadak terhenti ketika melihat dua pengendara sepeda motor bertabrakan di Jalan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, sebelum batas Kota Gowa dan Makassar.

Tanpa berpikir panjang, Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel itu menghentikan kayuhan sepedanya.

Ia segera menghampiri lokasi kejadian dan membantu membopong pengendara yang mengalami kecelakaan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.25 WITA, di tengah kesibukan masyarakat memulai aktivitas pagi, Nur Ichsan memilih berhenti untuk memberikan pertolongan kepada sesama pengguna jalan yang sedang mengalami musibah.

Baginya, kepedulian terhadap keselamatan manusia merupakan hal yang tidak boleh diabaikan, sekalipun sedang dalam perjalanan menuju tempat tugas.

“Kalau melihat ada orang yang mengalami kecelakaan, sebisa mungkin kita harus membantu. Keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan hanya lewat begitu saja ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan,” tutur AKBP Nur Ichsan.

Tabrakan yang Mempertemukan Paman dan Ponakan:

Berdasarkan kronologi kejadian, salah seorang pengendara sepeda motor mengenakan baju merah bergerak dari arah utara dan hendak berbelok ke kanan.

Sementara pengendara lainnya, yang mengenakan pakaian dengan bahu bergaris putih, melaju dari arah selatan menuju utara.

Pergerakan kedua kendaraan tersebut berujung pada tabrakan di jalan itu.

Nur Ichsan yang sedang bersepeda menuju Mako Sat Brimob Polda Sulsel langsung memberikan bantuan.

Kehadirannya di lokasi menjadi bentuk kepedulian spontan terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

Di balik insiden tersebut, tersimpan fakta yang tidak disangka. Kedua pengendara yang terlibat kecelakaan ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan, yakni paman dan ponakan.

Setelah situasi ditangani, persoalan di antara keduanya akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak memilih jalan damai sehingga ketegangan akibat kejadian tersebut dapat diredakan.

Namun, peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan keluarga maupun kedekatan antarsesama tidak menghilangkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Siapa pun bisa menjadi korban apabila keselamatan berkendara tidak menjadi prioritas.

Jangan Tunggu Kecelakaan untuk Sadar Pentingnya Keselamatan

Setelah situasi kondusif, Nur Ichsan mengingatkan pentingnya menaati peraturan lalu lintas saat berkendara. Menurut pesan edukasi yang perlu dikonfirmasi kepadanya, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban setiap pengguna jalan.

“Jangan karena terburu-buru, kita mengabaikan aturan lalu lintas.

Pastikan kondisi aman sebelum berbelok, perhatikan kendaraan lain, gunakan perlengkapan keselamatan, dan hormati sesama pengguna jalan.

Lebih baik terlambat beberapa menit daripada harus menghadapi kecelakaan,” ungkap mantan Danyon C ini.

Pesan tersebut relevan bagi seluruh pengendara, terutama pada pagi hari ketika arus lalu lintas mulai ramai dan banyak orang bergegas menuju tempat kerja maupun sekolah.

Setiap pengendara harus memastikan manuver berbelok dilakukan dengan aman, memperhatikan kondisi sekitar, memberikan isyarat yang jelas, serta mematuhi rambu dan marka jalan.

Penggunaan helm berstandar, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan kecepatan juga menjadi bagian penting dari upaya mencegah kecelakaan.

Ketika kecelakaan terjadi, masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan korban, memberikan pertolongan sesuai kemampuan, dan menghubungi layanan darurat atau petugas berwenang bila diperlukan.

Penyelesaian secara kekeluargaan tidak boleh mengabaikan kebutuhan pertolongan medis maupun prosedur hukum yang berlaku.

Berhenti Sejenak, Menyelamatkan Sesama

Apa yang terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin pagi itu menghadirkan pelajaran sederhana, tetapi bermakna. Di tengah perjalanan menuju tempat tugas, Nur Ichsan menghentikan kayuhan sepedanya demi membantu orang lain.

Tindakannya menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan persiapan panjang.

Terkadang, kepedulian dimulai dari kesediaan untuk berhenti sejenak, melihat keadaan sekitar, dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.

Pagi itu, perjalanan menuju Mako Sat Brimob memang sempat terhenti. Namun, dari kejadian tersebut, tersampaikan pesan penting bagi masyarakat: keselamatan di jalan raya membutuhkan kepatuhan terhadap aturan sekaligus kepedulian antarsesama.

Sebab, tujuan perjalanan bukan sekadar tiba lebih cepat, melainkan sampai dengan selamat.

Mari tertib berlalu lintas, kendalikan kecepatan, patuhi rambu dan marka jalan, serta hormati hak pengguna jalan lainnya. Jangan biarkan ketergesaan mengalahkan keselamatan. Karena setiap orang yang kita temui di jalan juga memiliki keluarga yang menantikan mereka pulang dengan selamat. (Rusli).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.