
MAROS, SPIRITNEWS.COM.- Suasana tenang di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendadak pecah oleh duka yang mengiris hati.
Di balik pintu sebuah toilet masjid tempat yang seharusnya menjadi rumah suci penyucian diri sebuah kisah pilu terungkap.
Sesosok jasad bayi perempuan tanpa dosa ditemukan membeku, terbungkus rapi di dalam sebuah tas berwarna biru.
Tubuh mungil yang masih menyisakan jejak darah persalinan, cairan ketuban, serta tali pusar yang belum sempat mengering itu mengundang kepedihan mendalam bagi siapa saja yang melihatnya.
Bayi malang tersebut diperkirakan baru saja dihirupkan napas pertamanya ke dunia sebelum akhirnya ditinggalkan begitu saja tanpa kehangatan pelukan seorang ibu.
Penemuan memilukan ini pertama kali terkuak saat seorang bocah perempuan hendak melangkah masuk ke dalam toilet masjid. Langkah kecilnya terhenti ketika matanya menangkap keberadaan tas biru yang mencurigakan.
Saat dibuka, jerit tangis dan rasa syok tak tertahankan membuncah di dalamnya terbaring kaku sesosok malaikat kecil yang tak lagi bernyawa.
Bocah tersebut langsung berlari ketakutan mengabarkan kejadian tragis ini kepada orang tuanya.
Namun, kepedihan tak berhenti di situ. Di dekat jasad sang bayi, tim kepolisian dari Polsek Mandai yang tiba di lokasi menemukan sepucuk surat lusuh yang diduga kuat ditinggalkan oleh orang tua biologisnya.
Lembaran kertas itu menjadi saksi bisu atas keputusan dingin sekaligus keputusasaan yang menggetarkan jiwa.
“Tolong, Bayi ini dimakamkan dengan layak!” penggalan bunyi surat tersebut.
Dalam warkat tersebut, juga tertulis untaian kalimat permohonan maaf dan iba.
Sang orang tua, yang mengaku sebagai perantau, memohon bantuan warga lokal untuk mengurus dan memakamkan buah hatinya secara layak dengan alasan tak tahu-menahu cara mengurus pemakaman di tanah rantau. Sebuah alasan yang meninggalkan tanyanya sendiri di balik kematian sang bayi.
Kepala Desa Bonto Mate’ne, Syahrul, tak mampu menyembunyikan duka mendalam saat menyaksikan evakuasi jasad mungil tersebut dari lingkungan masjidnya. Keheningan warga berganti menjadi gumpalan duka dan rasa tak percaya atas ketegaan yang menimpa jiwa tak berdosa itu.
Kini, jasad bayi perempuan tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Maros untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapolsek Mandai, AKP Syamsul Bahri, menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif dan melacak keberadaan orang tua yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri di tempat ibadah.
”Saat dilakukan olah TKP, kami menemukan jasad bayi perempuan beserta sepucuk surat yang intinya meminta agar bayinya dimakamkan secara layak karena orang tuanya mengaku perantau.
Saat ini jasad sudah dievakuasi ke RSUD Maros dan kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku.”pungkas AKP Syamsul Bahri.(*).