
MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Ditlantas Polda Sulsel secara berkala menggelar pelatihan peningkatan kemampuan Penegakan Hukum (Gakkum) dalam menangani Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) guna mewujudkan personel Polantas yang profesional, cepat, dan presisi.
Sementara menurut Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, diungkapkan bahwa program ini bertujuan memperkuat keterampilan teknis serta taktis seluruh jajaran satuan lalu lintas di wilayah Sulawesi Selatan.
Fokus Utama Pelatihan TPTKP dan GakkumKecepatan Respons: Menuju lokasi kecelakaan segera setelah menerima laporan masyarakat.Pertolongan Korban: Memprioritaskan penyelamatan nyawa manusia di area kejadian.
Pengamanan TKP: Memasang rambu peringatan untuk mencegah kecelakaan susulan.
Status Quo: Menjaga keaslian posisi barang bukti di lapangan.
Olah TKP: Melakukan pengukuran posisi, pemotretan, dan pembuatan sketsa kasar.
Pendataan Saksi: Mencatat identitas serta keterangan saksi mata di sekitar lokasi.
Urai Kemacetan: Mengatur kelancaran arus lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.
Urgensi dan Dampak Program Melalui simulasi dan pelatihan intensif ini, Ditlantas Polda Sulsel berkomitmen meminimalisir fatalitas korban kecelakaan jalan raya.
Sementara pelatihan tersebut, berdasarkan keterangan kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, 14-15 Juli 2026, bertempat di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis personel Gakkum dalam menangani TPTKP serta proses penyidikan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlak.
Para peserta diberikan materi teori dan praktik langsung di lapangan oleh instruktur yang kompeten di bidangnya. Materi yang disampaikan meliputi olah TPTKP, identifikasi, pengumpulan barang bukti, pembuatan berkas perkara, hingga teknik penyidikan kecelakaan lalu lintas.
Penguatan kapasitas penegakan hukum ini juga berdampak signifikan pada keakuratan data Laporan Polisi yang terintegrasi secara digital, sehingga membantu Polda Sulsel dalam memetakan titik rawan laka guna menekan angka kecelakaan di masa mendatang.(Rusli).