-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Mentan Amran Sebut Produksi Pangan RI Nomor 4 di Dunia Dalam Laporannya ke Presiden Prabowo
Mentan Amran Sebut Produksi Pangan RI Nomor 4 di Dunia Dalam Laporannya ke Presiden Prabowo

Mentan Amran Sebut Produksi Pangan RI Nomor 4 di Dunia Dalam Laporannya ke Presiden Prabowo

Foto.- Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian saat melaporkan keberhasilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia dengan produksi mencapai 38 juta ton.

GORONTALO, SPIRITNEWS.COM.- Dihadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa dari hasil Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia dengan produksi mencapai 38 juta ton.

Sementara itu, pernyataan itu disampaikan Amran saat memberikan sambutan pada acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu.

Lebih lanjut diungkapn bahwa "FAO mengumumkan produksi kita tertinggi nomor empat dunia mencapai 38 juta ton. Itu diumumkan oleh FAO, bukan kita yang mengumumkan," kata Amran.

Selain itu, Andi Amran Sulaiman juga menuturkan terkait capaian tersebut, yang menunjukkan peningkatan produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian pangan global, katanya.

Amran mengatakan pemerintah juga terus mendorong hilirisasi komoditas pertanian, termasuk kakao, kelapa dan tebu, dengan total luasan mencapai 870 ribu hektare.

Program tersebut, kata dia, disertai dukungan bibit, pengolahan lahan dan penanaman untuk meningkatkan produktivitas serta membuka lapangan kerja baru.

Pada kesempatan yang sama, Amran menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan yang dinilai berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Sementara berdasarkan pantauan kegiatan ini merupakan acara puncak PENAS XVII di Gorontalo dihadiri oleh peserta dari 38 provinsi dan menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan terbesar di Indonesia.

Mentan Amran menuturkan bahwa Indonesia berhasil meraup untung Rp 200 triliun dengan produksi pangan nomor 4 di dunia dengan capaian sekitar 38 juta ton.

Selain itu, Mentan mengungkapkan sejumlah indikator pertanian mengalami peningkatan signifikan.

Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, sementara pertumbuhan ekonomi sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.