
MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA., selaku Kabiddokkes Polda Sulsel, memimpin langsung Tim Medis Biddokkes dengan menolak keras segala bentuk kecurangan dengan mengutamakan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), dalam seluruh rangkaian Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I dan Tahap II.
Penegasan ini krusial pada Penerimaan Terpadu Calon Taruna/I (Catar) Akpol, Bintara, serta Calon Siswa (Casis) Tamtama Polri T.A. 2026, guna menjamin proses seleksi yang jujur dan adil khusus pada pemeriksaan kesehatan para peserta seleksi.
Selain itu, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, juga mengatakan bahwa dengan Penerapan Prinsip BETAH dalam Pemeriksaan Kesehatan, Setiap aspek pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis dikoordinasikan secara ketat agar bebas dari kecurangan:
Bersih: Tidak ada celah untuk praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
Dikatakan bahwa hasil murni berdasarkan kondisi fisik dan medis peserta itu sendiri.
Transparan: Seluruh proses dapat dipantau langsung.
Hasil pemeriksaan diumumkan secara terbuka pada hari yang sama agar peserta langsung mengetahui capaian mereka.
Akuntabel: Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis profesional menggunakan alat standar dan diawasi oleh Pengawas Internal dari Bidpropam dan Itwasda bersama Was Eksternal dari perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulsel bersama perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Makassar serta dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Humanis: Tim medis memberikan pelayanan yang ramah, sopan, dan memperlakukan setiap Calon Taruna/Taruni (Catar/i) Akpol, Calon Siswa (Casis) Bintara dan Tamtama dengan adil serta menghormati hak-hak para peserta seleksi.
Perbedaan Fokus Rikkes Tahap I dan Tahap II, proses seleksi medis dibagi menjadi dua bagian dengan fokus deteksi yang berbeda:
Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Fisik Luar)Fokus pada kondisi fisik bagian luar tubuh untuk mendeteksi kelainan yang terlihat:
Antropometri: Pengukuran tinggi dan berat badan yang proporsional.
Fisik Luar: Pemeriksaan kulit, bentuk kaki (X atau O), varises, ambeien, THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan), gigi, mulut, dan mata (tes visus serta buta warna).
Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Organ Dalam dan Laboratorium) Fokus pada pemeriksaan penunjang diagnostik yang mendalam:
Laboratorium: Pengambilan sampel darah dan urine untuk mendeteksi fungsi organ, penyakit menular, atau indikasi narkoba.
Rontgen (Radiologi): Pemeriksaan kondisi paru-paru dan struktur dada.
Rekam Jantung (EKG): Menguji kesehatan dan ritme kerja jantung peserta.
Tim uji Rikkes juga menyampaikan terhadap para Casis dan Catar 2026, bagi anda yang sedang atau akan menghadapi tahapan Rikkes di Panda Polda Sulsel, perhatikan hal-hal berikut: Siapkan Perlengkapan Administrasi: Jangan lupa membawa pas foto (3x4), pulpen, papan pengalas, dan materai untuk pengisian blangko medis sebelum pemeriksaan dimulai.
Jaga Pola Hidup Sehat: Hindari begadang, konsumsi air putih yang cukup, kurangi makanan berminyak atau tinggi garam, serta rutin berolahraga agar hasil EKG dan laboratorium optimal.
Pengwas eksternal menegaskan agar para peserta seleksi tetap Percaya Kemampuan Diri, Jangan percaya pada pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, termasuk para panitia baik itu pengawas Eksternal dan Internal.
Selain itu, Kabiddokkes Polda Sulsel juga, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini kita menggunakan sistem Clean and Clear dengan berpedoman pada prinsip BETAH.(Rusli).