
MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Tim Supervisi Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, dipimpin oleh Brigjen Pol dr. Nariyana bersama dua anggotanya di anataranya: AKBP Dr Rofiman SpP., dengan Dr Rini., resmi melaksanakan kegiatan supervisi pemeriksaan kesehatan bagi Calon Siswa (Casis) Bintara dan Tamtama Polri di Panitia Daerah (Panda) Polda Sulawesi Selatan untuk Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2026.

Dimana tahapan pemeriksaan kesehatan yang dipantau mencakup seluruh aspek fisik luar, dalam, hingga pemeriksaan penunjang laboratorium.
Kehadiran Tim Pusdokkes Polri, tetap berpedoman pada prinsip BETAH yang dipegang teguh oleh Tim Supervisi Pusdokkes Polri di bawah pimpinan Brigjen Pol dr. Nariyana, M.Kes., mengungkapkan kepanjangan dari Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Selain itu, dikatakan pula bahwa prinsip ini wajib diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) seleksi penerimaan anggota Polri (baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama), tuturnya.
Dia juga menegaskan bahwa dengan prinsip BETAH ini, itu merupakan komponen Utama yakni:
Bersih: Bebas dari segala bentuk intervensi, praktik KKN, pungutan liar (pungli), maupun percaloan, dan kelulusan peserta murni ditentukan oleh kemampuan diri sendiri.
Transparan: Seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka.
Hasil uji kesehatan diumumkan secara langsung pada hari yang sama agar dapat dipantau oleh peserta dan pengawas internal maupun eksternal.
Akuntabel: Setiap hasil penilaian medis dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, profesional, dan hukum oleh tim kedokteran yang bertugas.
Humanis: Pelayanan dan perlakuan terhadap para calon anggota Polri dilakukan secara sopan, ramah, adil, dan menghormati hak-hak individu selama proses pemeriksaan berlangsung.
Penerapan dan Pengawasan adalah untuk memastikan prinsip ini berjalan di lapangan, Pusdokkes Polri rutin menurunkan Tim Supervisi Pusat guna meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di tingkat Panitia Daerah (Panda) di berbagai Polda.
Langkah ini diambil guna menjamin objektivitas seleksi demi melahirkan generasi baru Polri yang berkualitas, sehat, dan kompeten.
Tim Pusdokkes Polri, menuturkan bahwa dalam proses pemeriksaan supervisi polri ini, tim Fokus dan Tujuan Utama Supervisi dengan Prinsip BETAH: Memastikan seleksi berjalan dengan Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Uji Petik: Melakukan pemeriksaan kesehatan ulang secara acak untuk memverifikasi akurasi penilaian tim medis daerah.
Bebas Calo: Menjamin transparansi penuh dan mengeliminasi segala praktik percaloan atau titipan sponsorship.
Integritas Seleksi: Menyaring calon bhayangkara yang benar-benar memenuhi standar kesehatan fisik dan mental kepolisian.
Dengan Rincian Pemeriksaan yang DiawasiFisik Umum: Pengukuran tinggi badan, berat badan, komposisi tubuh, serta pemeriksaan fisik luar dan dalam.
Mata dan THT: Tes ketajaman penglihatan, buta warna, serta kondisi klinis telinga, hidung, dan tenggorokan.
Gigi dan Mulut: Pemeriksaan rahang, susunan gigi, serta kesehatan rongga mulut.
Penunjang Medis: Monitoring hasil laboratorium darah, urine, rontgen dada, dan rekam jantung (EKG).
Para casis yang lolos dalam tahap pemeriksaan kesehatan ini selanjutnya akan bersiap menghadapi tahapan krusial berikutnya menuju sidang kelulusan akhir.(rusli).