
MAKASSAR, SPIRITNEWS.COM.- Katim Jasmani Panda Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H (Dansat Brimob Polda Sulsel) didampingi oleh Kabagdalpers Ro SDM Polda Sulsel AKBP DR. Zulanda, saat melakukan pemantauan pelaksanaan tes Calon Taruna/Taruni (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) T.A. 2026, Panda Polda Sulsel, Jasmani Kesamaptaan dan Antropometri, di lapangan GOR Sudiang Makassar, Pada Hari Jumat Tanggal 22/05/2026.
Sementara menurut Kombes Pol. Muhammad Ridwan, menuturkan bahwa pemantauan yang dilakukan ini untuk memastikan proses seleksi penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri T.A 2026, berjalan sesuai dengan prinsip BETAH (BERSIH, TRANSPARAN, AKUNTABEL dan HUMANIS, SERTA TIDAK DIPUNGUT BIAYA (gratis).
Hal tesebut dilakukan untuk mengantisipasi setiap tahapan panitia dan Tim Uji, harus mengutamakan koordinasi agar hasil tes rekrutmen terpadu Calon Anggota Polri , secara langsung.
Tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani dan Antropometri Calon Taruna (Catar) Akpol Polri T.A. 2026, merupakan seleksi tahap kedua yang sedang berlangsung di tingkat daerah (Panda) di seluruh Indonesia.
Ujian ini menguji fisik secara ketat untuk menjamin proporsi, postur, dan ketahanan tubuh yang ideal.Cek jadwal, nilai, dan informasi lengkap mengenai tahapan seleksi lainnya melalui portal resmi di Penerimaan Polri.
Berikut adalah rincian pelaksanaan tes:
1. Uji Kesamaptaan JasmaniTes ini dibagi menjadi beberapa materi untuk mengukur ketahanan kardiovaskular dan kekuatan otot:
Kesamaptaan A: Lari (12) menit di lintasan lari, Target jarak minimal untuk pria adalah (2.190) meter dan wanita (1.850\) meter.
Kesamaptaan B:Pull-up (Pria) dan Chinning (Wanita) selama (1) menit.
Sit-up selama (1) menit (Minimal 25 kali untuk pria, 31 kali untuk wanita).
Push-up selama (1) menit (Minimal 21 kali untuk pria, 20 kali untuk wanita).
Shuttle Run (lari membentuk angka 8) untuk mengukur kelincahan.
2. Uji Antropometri Pemeriksaan untuk mengukur dimensi, bentuk, dan proporsi tubuh secara ilmiah agar sesuai dengan standar postur anggota Polri.
Penilaian mencakup:Pengukuran tinggi dan berat badan ideal.
Proporsi panjang tubuh dan anggota gerak.
Pemeriksaan bentuk kaki (normal, bentuk X, atau bentuk O).
Pemeriksaan kelainan tulang belakang (seperti skoliosis atau kifosis) dan struktur tubuh lainnya.
Seluruh proses ini diawasi secara ketat dengan menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Sementara menurut Kabag Dalpers Biro SDM Polda Sulsel Akbp DR. Zulanda mengatakan bahwa semua kegiatan ini dapat dipantau dokumentasi pelaksanaan atau pengumuman wilayah terdekat melalui akun resmi media sosial Dalpers Biro SDM Polda Sulsel, katanya.
Diakhir keterangannya menekankan kepada seluruh tim uji "Jasmani Kesamaptaan dan Antropometri, termasuk agar berhati-hati dalam melaksanakan yang sudah dipercayakan oleh atasan, jangan sampai membuat kesalahan, tegas Zulanda.(Rusli).