-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Membungkuk Penuh Hormat, Cium Tangan Penuh Makna: Potret Ketulusan Kapolda Sulsel dalam Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge
Membungkuk Penuh Hormat, Cium Tangan Penuh Makna: Potret Ketulusan Kapolda Sulsel dalam Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge

Membungkuk Penuh Hormat, Cium Tangan Penuh Makna: Potret Ketulusan Kapolda Sulsel dalam Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge

Foto.- Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Kapolda Sulsel, saat menyerahkan bantauan program bedah rumah kepada sang nenek, terlihat sang nenek tak kuasa menahan haru dengan mata berkaca-kaca seusai orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sulsel mencium tangannya saat menyerahkan kunci rumah.

BONE SPIRITNEWS.COM.- Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja di Kabupaten Bone, terselip sebuah momen sederhana namun sarat makna—potret ketulusan yang membekas dan tak mudah dilupakan.

Sementara berdasarkan pemantauan hal tersebut terlihat di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, suasana yang awalnya berlangsung khidmat dalam prosesi penyerahan bantuan program bedah rumah, seketika berubah menjadi haru.

Seorang jenderal bintang dua, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menunjukkan keteladanan yang melampaui sekat jabatan dan pangkat.

Saat menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada seorang nenek penerima bantuan, ia tidak sekadar berdiri sebagai pejabat yang memberi. Dengan penuh hormat, ia membungkukkan badan, lalu mencium tangan sang nenek.

Gestur sederhana itu sarat makna—tentang penghormatan kepada orang tua, kasih sayang kepada sesama, serta kerendahan hati seorang pemimpin di hadapan rakyatnya.

Seketika suasana menjadi hening. Sang nenek tampak tak kuasa menahan haru. Mata yang berkaca-kaca menjadi saksi bahwa bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan hunian yang lebih layak, tetapi juga menghidupkan kembali rasa dihargai dan dimanusiakan.

Di hadapan para personel dan tamu undangan, momen itu seakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata.

Apa yang ditunjukkan Kapolda Sulsel hari itu mencerminkan nilai luhur budaya Bugis, sipakatau, sipakalebbi, sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu ditunjukkan melalui instruksi atau kebijakan besar, melainkan dari sikap tulus yang menyentuh hati.

Bahwa di balik seragam dan tanda kepangkatan, ada jiwa yang hadir untuk mengabdi dengan empati.

Lebih dari itu, tindakan tersebut menjadi simbol bahwa Polri hadir bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Sebuah potret kepemimpinan yang tidak berjarak—melainkan dekat, membumi, dan penuh kasih di tengah masyarakat.

Diketahui, program bedah rumah Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel ini diberikan kepada keluarga Kakek Fence, yang sehari-hari bekerja sebagai pengumpul plastik dan botol bekas.

Sebelumnya, keluarga tersebut tinggal di rumah yang kurang layak huni di lorong sempit wilayah Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Proses bedah rumah dilaksanakan selama kurang lebih 19 hari. Seluruh pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. (Rusli/NI).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.