
MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, membantah kabar mengenai diamankannya oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah).
Sementara pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Arya Perdana juga menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi di lingkungan kampus UMI bermula dari aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung bentrok dengan pengemudi ojek online (ojol).
Menurut Arya, bentrokan dipicu oleh penutupan jalan yang berlangsung cukup lama. Sehingga memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi perseteruan di dalam area kampus.
“Seluruh mahasiswa kemudian masuk ke dalam kampus. Kami mendata sekitar 108 mahasiswa, dan di lokasi juga hadir wakil rektor yang turut memberikan pengarahan, termasuk saya,” ujarnya, Pada Hari Minggu Tanggal 26/4/2026.
Untuk menghindari potensi bentrokan lanjutan kata Arya, polisi kemudian membawa seluruh mahasiswa tersebut ke Polrestabes Makassar menggunakan kendaraan truk.
“Langkah itu diambil guna menjaga kondusivitas, mengingat situasi di luar kampus masih diwarnai keberadaan massa ojol.
Kami khawatir jika mereka keluar secara terpisah, bisa terjadi bentrokan kembali atau hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Setibanya di Polrestabes Makassar.lanjut Arya, para mahasiswa tersebut didata dan diberikan pengarahan.
Kombes Arya memastikan tidak ada tindakan represif selama proses tersebut berlangsung.
“Semua diperlakukan dengan baik, tidak ada intimidasi maupun tindakan fisik. Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WITA, seluruh mahasiswa dipulangkan dalam keadaan sehat,” tambah Arya.
Terkait isu keterlibatan oknum TNI yang sempat beredar, Arya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Kami pastikan tidak ada anggota TNI yang diamankan. Semua yang kami bawa ke sini adalah mahasiswa,” tegasnya.
Selain itu, Arya juga menanggapi video viral yang disebut-sebut memperlihatkan keterlibatan oknum TNI.
Setelah dilakukan penelusuran, pihaknya memastikan bahwa individu dalam video tersebut merupakan pelajar, bukan anggota TNI.
“Dari hasil profiling dan pemeriksaan identitas, keduanya adalah pelajar. Tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam kejadian tersebut, ungkap Arya.(*).