-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Ditlantas Tekankan Pemerataan di Daerah, Melalui Penindakan Lalu Lintas Berbasis ETLE  Sulsel Capai 91 Persen
Ditlantas Tekankan Pemerataan di Daerah, Melalui Penindakan Lalu Lintas Berbasis ETLE  Sulsel Capai 91 Persen

Ditlantas Tekankan Pemerataan di Daerah, Melalui Penindakan Lalu Lintas Berbasis ETLE Sulsel Capai 91 Persen

Foto.- Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal yang didampingi Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi bersama Wadirlantas AKBP Erwin Syah., di Aula Biru Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Pada Hari Rabu Tanggal 1/4/2026, di Makassar.

MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Penindakan hukum lalu lintas berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Polda Sulawesi Selatan menunjukkan capaian signifikan.

Sepanjang periode 22 Oktober 2025 hingga 30 Maret 2026, komposisi tilang melalui ETLE mencapai 91 persen dari total penindakan yang dilakukan.

Data tersebut diungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi ETLE dan Kecelakaan Lalu Lintas yang digelar Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri di Aula Biru Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Pada Hari Rabu Tanggal 1/4/2026, di Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal yang didampingi Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi serta para Kasatlantas jajaran Polda Sulsel.

2.874 Tilang, 91 Persen Melalui ETLE.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi mengungkapkan bahwa selama periode tersebut tercatat 2.874 tilang kendaraan bermotor.

Dari jumlah itu, 2.601 tilang atau 91 persen dilakukan melalui ETLE, sedangkan penindakan manual non-ETLE hanya 273 kasus atau 9 persen.

Selain itu, Ditlantas Polda Sulsel saat ini memiliki 14 unit ETLE statis dan 74 unit ETLE handheld.

Namun, dari 14 unit ETLE statis tersebut, 12 unit masih dalam kondisi baik dan aktif, sementara dua unit mengalami kerusakan akibat aksi kerusuhan di Makassar pada Agustus 2025 lalu.

“ETLE statis kami ada 14 unit, 12 dalam kondisi baik dan tetap online, sedangkan dua unit rusak pasca kerusuhan di Makassar,” ujar Pria Budi dalam pemaparannya.

19 Polres 100 Persen Gunakan ETLE
Data evaluasi juga menunjukkan dominasi sistem ETLE di tingkat kesatuan wilayah. Sebanyak 19 polres di Sulsel telah mencatat 100 persen tilang melalui ETLE.

Beberapa di antaranya adalah Polrestabes Makassar dengan 392 tilang, Polres Bulukumba sebanyak 643 tilang, dan Polres Luwu dengan 338 tilang.

Namun demikian, masih ada beberapa wilayah yang bergantung pada tilang manual, seperti Polres Palopo yang mencatat 100 persen penindakan non-ETLE, serta beberapa kesatuan lainnya seperti Polres Pangkep dan Polres Pelabuhan.

Secara keseluruhan, capaian ETLE di Sulsel berada pada rata-rata 95 persen.

Meski demikian, hanya sekitar 9 persen dari pelanggaran yang tertangkap kamera yang berujung pada pembayaran tilang.

Pelanggaran Didominasi Pengendara Muda
Tren pelanggaran sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan signifikan pada kendaraan roda dua, dengan total 18.456 kasus atau naik 105 persen dibanding tahun 2024.

Pelanggaran didominasi oleh pengendara berusia 17–25 tahun dengan 5.289 kasus, mayoritas laki-laki.

Jenis pelanggaran paling banyak adalah tidak menggunakan helm sebanyak 9.833 kasus dan pelanggaran kelengkapan kendaraan 3.847 kasus.

Sementara pada kendaraan roda empat, pelanggaran yang paling dominan adalah tidak menggunakan sabuk pengaman serta melanggar marka dan rambu lalu lintas.

Tantangan Bukan Alat, Tetapi SDM.
Meski jumlah perangkat ETLE terus bertambah, evaluasi menunjukkan bahwa kendala utama bukan pada alat, melainkan pada koordinasi dan sumber daya manusia di tingkat daerah.

Secara nasional, jumlah personel ETLE hanya sekitar 100 orang, sedangkan di wilayah Polda Sulsel terdapat 42 personel.

Selain itu, dari 2.080 petugas e-tilang di seluruh Indonesia, yang aktif hanya 525 orang. Data rekap nasional juga menunjukkan bahwa dari 81.687 pelanggaran yang tersimpan, hanya 17.939 yang berujung pada pembayaran tilang.

Sebagian besar pemberitahuan masih dikirim melalui pos, sementara konfirmasi pelanggaran masih tergolong rendah.

Korlantas Tekankan Penegakan Manual Tetap Dibutuhkan
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Faizal menekankan bahwa meski ETLE terus dikembangkan, penegakan hukum secara manual tetap dibutuhkan, terutama di wilayah perkotaan.

“Di Kota Makassar masih banyak pelanggaran seperti melawan arus dan kontraflow, sehingga penindakan manual tetap diperlukan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa secara nasional angka kecelakaan lalu lintas pada 2026 mengalami penurunan, termasuk tingkat fatalitas yang turun hingga 30 persen.

Korlantas Polri berharap seluruh Polda di Indonesia dapat memperkuat manajemen rekayasa lalu lintas guna menekan angka kecelakaan.

Perlu Pemerataan dan Edukasi
Secara keseluruhan, capaian 91 persen penindakan berbasis ETLE di Sulawesi Selatan dinilai patut diapresiasi.

Namun, ketergantungan tilang manual di beberapa wilayah masih menjadi catatan penting.

Ditlantas Polda Sulsel diharapkan dapat meningkatkan jumlah personel aktif, mengoptimalkan penggunaan perangkat ETLE, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi kelompok pelanggar terbanyak.

Dengan langkah tersebut, diharapkan disiplin berlalu lintas di Sulsel dapat terus meningkat dan angka kecelakaan semakin menurun.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.