-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Cara TNI Didik Karakter: Ajak Siswa SMPN 3 Polut Perang Lawan Sampah
Cara TNI Didik Karakter: Ajak Siswa SMPN 3 Polut Perang Lawan Sampah

Cara TNI Didik Karakter: Ajak Siswa SMPN 3 Polut Perang Lawan Sampah

Foto.- Danramil 1426-01/Polut Kapten Inf Ashar, S.Pd., memimpin Siswa Sekolah SMP Negeri 3 Polut, melaksanakan gotong royong, Desa Ko'mara, Pada Hari Kamis pagi Tanggal 23/4/2026.

TAKALAR SPIRITNEWS.COM.- Bel sekolah SMP Negeri 3 Polut, Desa Ko'mara, Pada Hari Kamis pagi Tanggal 23/4/2026, bukan tanda masuk kelas. Pukul 07.30 Wita, bel itu justru jadi aba-aba 230 orang serentak angkat sapu dan parang.

Sementara berdasarkan pantauan kegiatan tersebut, dipimpin langsung Danramil 1426-01/Polut Kapten Inf Ashar, S.Pd., halaman sekolah berubah jadi "kelas terbuka" pelajaran paling penting: gotong royong.

Di barisan itu ada Kades Ko'mara Ruslam Adiputra, S.T., Bhabinkamtibmas Brigpol Firman Syarif, Kepsek Ahsan, S.Pd., seluruh personel Koramil, para guru, ratusan murid berseragam, hingga 10 warga yang ikut terpanggil.

“Alhamdulillah kita sehat semua. Hari ini kita belajar kerja ikhlas. Sekolah bersih itu ibadah. Kalian sapu halaman, sama pahalanya dengan belajar di kelas,” pesan Kapten Ashar ke para siswa sebelum kerja dimulai.

Pelajaran itu langsung dipraktikkan. Siswi-siswi sibuk pungut sampah plastik. Siswa laki-laki babat rumput setinggi lutut. Anggota TNI angkat sampah dari got. Guru-guru tak mau kalah, ikut nyabit pinggir jalan. Dua jam kemudian, 100 meter lingkungan sekolah berubah wajah: dari rimbun jadi kinclong.

“Ini ajarkan anak-anak 3 hal sekaligus: kekeluargaan, kerja sama, dan peduli lingkungan. Buku bisa dibaca, tapi sikap bersih harus dicontohkan,” tegas Kapten Ashar.

Kepsek SMPN 3 Polut, Ahsan, S.Pd., mengaku terharu. “Anak-anak semangat sekali karena ada Pak Danramil dan TNI. Biasanya disuruh bersih-bersih susah. Sekarang mereka yang minta duluan pegang sapu,” ujarnya sambil senyum.

Pukul 09.30 Wita, "jam pelajaran" usai. Tidak ada PR, tidak ada nilai di rapor. Tapi 230 orang pulang bawa satu hal: bangga karena sekolahnya bersih oleh tangan mereka sendiri. (Rusli/Pendim 1426/Takalar).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.