-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
RINDU SAHABAT
RINDU SAHABAT

RINDU SAHABAT

RINDU SAHABAT
Oleh : Andi Pasamangi Wawo


Berawal dari lagu 'Ternyata', karya kedua yang saya rilis bulan lalu, membuat sahabat dan letting saya di dunia kewartawanan tertarik untuk berbincang lebih lama lewat chat di WA.

Kami berdua mengenang masa silam hampir setengah abad lalu.

Kenangan itu mengelayut di pelupuk mata.

Ada suka ada duka bersama ketika se kantor di Suratkabar Pos Makassar milik Tokoh Pers Rahman Arge yang dipimpin Andi Tonra Mahie, di awal tahun 80an hingga masa Reformasi.

Mathin Surya, teman yang jadi sahabat ini, seorang pelukis yang multi talenta diberi tanggungjawab merampungkan lay out termasuk karikatur dan ilustrasi merangkap Redaktur Pelaksana.

Sementara jabatan saya, Wakil Pimpinan Redaksi/ Panggungjawab merampungkan berita mengisi 12 halaman yang kosong, ketika deadline.

Kedua tugas 'wajib' berkolaborasi ini kadang terasa membosankan karena hampir menyerap semua tenaga, fikiran dan waktu hingga 'ilmu' mengakali pekerjaan.

Kadang hari Minggu dan liburpun tersita.

Namun seiring masa berjalan ditelan waktu, ternyata kerja di 'bawah' tekanan itulah yang membuat kami berdua bisa eksis sampai kini.

Kami tak mudah rapuh dan cengeng menghadapi kenyataan hidup sepahit apapun.

Lebih seperempat abad kami tak pernah bertemu sejak ia hijrah dan berkiprah di ibukota.

Untung ada Facebook mempertemukan kami dan lanjut ke massenger serta Whatshapp.

Dia bertanya : "Apakah kemampuan dulu mengisi kolom di halaman 'Seni dan Budaya' yang biasanya kurang naskahnya, dalam sekejap masih bisa dilakukan, saudara".

(Saat itu pukul 21.14 dan saya balas 21.29).

Artinya, 15 menit kemudian saya jawab dengan syair ini ; "RINDU SAHABAT", yang kemudian diaransir menjadi lagu ketiga saya.

"Saya siap kolaborasi gunakan AI untuk lagu dan visualnya", tutur pakar film yang banyak menyutradarai dan memproduksi film reklame di TV ini.

Awalnya saya sarankan lagunya berirama dangdut.

"Tapi, slowbeat lebih tepat karena saya merasa tersentuh dan merasa merasuk di sukma", timpalnya.

Dan, ini hasilnya. Kerja dua orang sahabat yang terpisah pulau sekian lama.

Tentu berharap dapat bersua kembali diusia senja sebelum kami berpisah 'tuk selamanya.

Catatan ringan ini khusus untuk sahabatku, Mathin Surya bersama keluarganya, nun jauh di Seberang sana.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.