-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
Kompolnas Sebut Mudah Diungkap, Kasus Polisi Tembak Remaja di Makassar Terekam CCTV
Kompolnas Sebut Mudah Diungkap, Kasus Polisi Tembak Remaja di Makassar Terekam CCTV

Kompolnas Sebut Mudah Diungkap, Kasus Polisi Tembak Remaja di Makassar Terekam CCTV

Foto.- Mochammad Choirul Anam (Anggota Kompolnas) didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat ditemui di Mapolda Sulsel perihal kasus penembakan remaja di Makassar, Pada Hari Kamis Tanggal 5/3/2026.

MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengantongi rekaman CCTV kasus oknum polisi tembak remaja hingga tewas di Kota Makassar, Sulsel.

Rekaman video tersebut menjadi bukti kunci bagaimana proses pengamanan yang dilakukan Iptu N yang berhujung maut terhadap remaja berinisial BEP (18).

Video rekaman CCTV tersebut menurutnya, bukan hanya yang beredar di media sosial, melainkan video CCTV dari beberapa sudut Jalan Todopuli Raya, Makassar, saat kejadian berlangsung, Pad Hari Minggu Tanggal 1/3/2026.

"Itu (video yang dikantongi) peristiwanya terang. Jadi maksudnya terang itu dengan adanya video tersebut, peristiwanya terang-benderang.

Jadi gampang untuk melihatnya, tidak terlalu susah," ujar Anggota Kompolnas Mochammad Choirul Anam saat ditemui di Mapolda Sulsel, Pada Kamis (5/3/2026). Dari hasil pengecekan, ia turut membenarkan adanya kelompok remaja perang tembak-tembakan menggunakan senjata mainan.

Namun yang lebih jelasnya video yang dikantongi bagaimana awal mula keributan hingga Iptu N datang dan penembakan terjadi.

Sementara video CCTV yang beredar di media sosial, tidak menunjukkan kejadian dari awal sampai akhir. Video yang beredar juga buram dan sudut kamera yang menyorot tidak begitu jelas.

"Yang kami lihat di CCTV tidak hanya itu, tidak hanya soal tembak-menembak karena di gambar itu jauh lebih jelas.

Saya nggak akan mengungkap biar itu menjadi bahan untuk penegakan hukum di polisi. Itu yang pertama," imbuhnya.

Yang kedua lanjut dia, bagaimana peristiwa penembakan yang dilakukan Iptu N terhadap korban. Dalam rekaman yang dikantongi, ia menilai Iptu N tidak dalam posisi membidik.

"Kalau lihat memang tidak ada posisi membidik sasaran secara langsung. Lebih detailnya biar nanti pendekatan sentifik untuk memperkuat video akan sangat penting. Tapi posisinya tidak ada yang memang diarahkan (senjata ke korban)," jelasnya.

Selain video CCTV, yang tatkalah penting kata dia yakni kondisi jenazah korban apakah hanya mengalami luka tembakan atau ada luka akibat pukulan benda tumpul. Namun ia mengaku tak ada ditemukan luka lebam pada tubuh korban.

"Ada luka, lukanya adalah luka akibat tembakan. Peluru masuk, peluru keluar itu ada. Selain itu ada enggak? Misalnya kayak di wajah, lebam-lebam macam-macam memar itu enggak ada.

Jadi kalau di dunia medis beda antara lebam dan memar. Luka memar enggak ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana mengaku bawahannya secara tidak sengaja menembak korban.

Letupan senjata api yang digunakan Iptu N menembus bagian tubuh lantaran BEP meronta saat diamankan.

Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula dari laporan dari anggota di Polsek Rappocini melalui HT. Dalam laporannya, terjadi aksi tembak-tembakan kelompok remaja menggunakan senjata mainan.

"Dan di situ (laporan HT) mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang yang jalan juga, melukai orang yang jalan di situ.

Sehingga menendang ya, jadi tindakan-tindakannya ini sangat meresahkan warga masyarakat," ungkap Arya.

Kemudian, salah satu anggota Iptu N yang bertugas di Unit Reskrim Polsek Panakkukang mendengar aksi tersebut dan mendatangi TKP. Saat tiba, Iptu N melihat seorang remaja dalam hal ini BEP sedang melakukan tindakan yang cukup keras kepada salah seorang pengendara motor.

Iptu N lalu melakukan penangkapan, dan memegang pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Kemudian BEP berusaha untuk melarikan diri, dan meronta.

"Hingga ketika meronta pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang.

Setelah itu korban dibawa ke mobil dan selanjutnya ke rumah sakit dibantu dengan beberapa saksi yang ada di lapangan," papar Arya.

Korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina Makassar dan dilakukan tindakan awal. Namun karena memang tidak cukup alat yang digunakan sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Dan ketika sudah di Rumah Sakit Bhayangkara ternyata korbam sudah meninggal dunia. Tindakan yang kami lakukan adalah pada waktu itu langsung melakukan pengamanan terhadap Iptu N, langsung melakukan pemeriksaan pada hari itu juga dan mengamankan senjatanya," tandasnya.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.