
GOWA SPIRITNEWS.COM.- Kodam XIV/Hasanuddin resmi memulai Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar di Indonesia dan menandai langkah awal penguatan sistem pertahanan berbasis sumber daya nasional.
Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Sapta Marga, Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Pada Hari Senin Tanggal 30/3/2026, dipimpin langsung oleh Gabriel Lema selaku Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) RI.
Turut hadir Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman serta Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.
Program pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodam XIV/Hasanuddin dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat pertahanan negara.
Sebanyak 462 ASN Pemprov Sulsel ambil bagian dalam kegiatan yang akan berlangsung selama dua bulan tersebut.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman dasar kemiliteran, tetapi juga mampu membangun karakter disiplin, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat bela negara.
Hal ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya membentuk kekuatan cadangan nasional yang siap diberdayakan kapan saja.
Dalam amanat Menteri Pertahanan RI yang dibacakan Kabacadnas, ditegaskan bahwa pembentukan Komponen Cadangan merupakan elemen krusial dalam sistem pertahanan semesta.
Keberadaan Komcad diharapkan mampu memperkuat kesiapan nasional melalui sumber daya manusia yang memiliki loyalitas tinggi, disiplin kuat, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, tanpa meninggalkan tugas utama di bidang profesinya masing-masing.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memberikan motivasi kepada para peserta dengan menekankan pentingnya peran mereka sebagai generasi perintis Komcad di Indonesia.
Ia menyebut para peserta sebagai pionir yang akan menjadi fondasi kekuatan pertahanan negara di masa mendatang.
“Peserta sekalian adalah Komcad pertama di Indonesia. Kalian adalah kebanggaan dan pelopor yang akan membuktikan bahwa sistem pertahanan kita semakin kuat ke depan. NKRI adalah harga mati, dan setiap jengkal kedaulatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan lahir sumber daya manusia yang tidak hanya profesional di bidangnya, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme tinggi serta kesiapan untuk turut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*).