-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH, UNTUK INDONESIA EMAS 2045 "YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT ", ****
INILAH, Gerak Cepat Propam Polda Sulsel Langsung Periksa 6 Orang, Terkait Kasus Tewasnya Bripda DP
INILAH, Gerak Cepat Propam Polda Sulsel Langsung Periksa 6 Orang, Terkait Kasus Tewasnya Bripda DP

INILAH, Gerak Cepat Propam Polda Sulsel Langsung Periksa 6 Orang, Terkait Kasus Tewasnya Bripda DP

Foto.- Kombes Pol Zulham Effendi, Kabid Propam Polda Sulsel, di Makassar, terkait kasus tewasnya Bripda DP, di kompleks Markas Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, KM- 16 Makassar, Pada Hari Minggu Tanggal 22/2/2026.

MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Polisi muda Bripda DP dilaporkan meninggal dunia secara misterius di dalam Asrama Polisi (Aspol), di kompleks Markas Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, KM- 16 Makassar.
Sementara kematian anggota Direktorat Samapta ini diduga kuat melibatkan tindakan penganiayaan oleh seniornya, menanggapi kabar miring tersebut, Bidang Propam Polda Sulsel bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan, yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya DP.

Lebih lanjut disampaikan bahwa mungkin saja bisa bertambah lagi nanti (diperiksa),” ujar Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, di Makassar, Pada Hari Minggu Tanggal 22/2/2026.

Peristiwa tragis ini bermula pada waktu sahur. Usai melaksanakan salat subuh, korban dilaporkan jatuh sakit saat berada di asrama.

Pihak Direktorat Samapta kemudian melarikan DP ke RSUD Daya untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Nahas, nyawa polisi muda itu tidak tertolong. Awalnya, pihak keluarga hanya diberi tahu bahwa DP meninggal karena sakit.

Namun, saat keluarga tiba di rumah sakit, mereka dikejutkan dengan kondisi fisik jenazah yang tidak wajar; ditemukan luka lebam di beberapa bagian tubuh serta sisa darah di bagian mulut.

Karena curiga dengan penyebab kematian yang mendadak dan adanya tanda-tanda kekerasan, keluarga meminta jenazah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum menyeluruh.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir yang juga anggota polisi menduga putranya menjadi korban penganiayaan senior di institusi kepolisian.

“Subuh tadi dia masih bicara dengan ibunya, kondisinya baik. Tapi pagi hari kami terkejut menerima kabar putra kami meninggal,” ujar Aipda Jabir.(*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.