
SOPPENG SPIRITNEWS.COM.- Wakil Kepala Kepolisian Resort Soppeng Kompol Sudarmin, menghadiri temu lapang uji terap budidaya padi pertanian modern sistem Arkansas, yang berlangsung di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Pada Hari Rabu Tanggal 28/1/2026. Sementara dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan benih diseminasi padi sebanyak 8.550 kg, dari BRMP Propinsi Sulsel ke kelompok tani Sipurio ,Tonrong lapokko dan Seppae.
Dengan menggunakan mesin combine harvester, kegiatan tersebut juga dilakukan panen perdana Bersama Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kelompok Tani Karunia.
PAda kesempatan tersebut, Kepala Pusat Perakitan Pangan Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menyampaikan bahwa ini menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya kawasan mandiri benih padi di Kabupaten Soppeng.
“Panen perdana tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern,”ucapnya.
Lanjut ia katakan, modernisasi pertanian merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan sektor pertanian saat ini, seperti berkurangnya tenaga kerja pertanian, meningkatnya biaya produksi, perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan daya saing.
“Pertanian modern menjadi kunci untuk memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,”ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar tiga juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia, yang seluruhnya membutuhkan pasokan pangan dari sektor pertanian.
“Program pertanian modern ini sejalan dengan kebijakan strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,7–34,8 juta ton atau meningkat sekitar 14 % dibandingkan tahun sebelumnya, dengan luas panen mencapai 11,3 juta hektare,”bebernya.
Lebih lanjut ia uraikan, khusus di Sulawesi Selatan, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,4 juta ton atau meningkat 12,05 % dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tersebut turut mendorong produksi beras untuk konsumsi penduduk yang diperkirakan mencapai 3,1 juta ton.
Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, mengatakan potensi Kabupaten Soppeng memang basicnya secara geografis ada di sektor pertanian. Ini perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan teknologi.
Penerapan sistem Arkansas diawali dengan pembentukan Brigade Pangan sebagai wadah penguatan kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
“Sebagai uji coba, tentu masih terdapat kekurangan. Namun hal ini menjadi pembelajaran penting untuk penyempurnaan di tahap selanjutnya,
Keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,”pungkasnya.
Wabup Soppeng berharap dukungan dan pendampingan dari BRMP dan Kementerian Pertanian dapat terus berlanjut guna memperkuat pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di daerah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan nasional.(*).