
MAROS SPIRITNEWS.COM.- Di balik sorotan kebijakan publik, kesiapan fisik, dan teknologi canggih, ada dimensi lain yang tak kalah penting dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat: spiritualitas, belum lama ini. Menyadari hal ini, jajaran Polres Maros menggelar doa bersama yang berlangsung di dalam Masjid Al‑Rahman, mengukir momentum yang sekaligus menjadi wujud syukur, permohonan keselamatan, dan penguatan moral bagi para penegak hukum.
Suasana Khidmat di Balik Lantunan Doa
Ruang masjid dipenuhi aroma wangi dupa dan cahaya temaram lampu gorden yang menambah keintiman, saat jemaah mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, SH, SIK, MIK, M.Tr.Opsla, melangkah ke mimbar dengan kepala tertunduk.
Di belakangnya, barisan Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Mapolres Maros berdiri tegak, menunduk, menyiapkan hati untuk berdoa.
“Ya Allah, Engkau Maha Pemilik segala rahmat, lindungilah kami yang berada di garis depan menjaga keamanan, berikanlah kekuatan agar setiap langkah kami selalu berada dalam cahaya kebenaran,” terucap serempak, menggema menembus dinding-dinding masjid. Kesunyian yang sejenak sejenak memberi ruang bagi masing-masing menata niat, mengingat kembali panggilan suci sebagai Prajurit Bhayangkara.
Menyelaraskan Etika dan Spiritualitas
Setelah doa berakhir, Kapolres memberikan kata-kata yang menegaskan pentingnya pembinaan etika, dan spiritual dalam keseharian anggota kepolisian.
“Agenda ini bukan sekedar ritual, melainkan bagian integral dari pengembangan karakter. Di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks, perlindungan Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan utama. Tanpa keimanan yang kuat, kami tidak akan mampu menunaikan amanah yang diberikan kepada kami,” ujar AKBP Douglas dengan nada tegas namun penuh makna.
Ia menambahkan, “Kegiatan ini adalah wujud ikhtiar kita. Kami menyadari bahwa dalam menjalankan tugas melayani masyarakat, kami membutuhkan kekuatan spiritual agar tetap amanah, selamat, dan diberikan kelancaran dalam setiap pengugasan di lapangan.”
Pernyataan tersebut menegaskan filosofi Polri yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik atau kecanggihan teknologi, tetapi juga menumbuhkan kedalaman jiwa.
Doa untuk Kamtibmas yang Kondusif
Doa yang dipanjatkan tidak hanya fokus pada keselamatan pribadi para petugas, tetapi juga memohon situasi keamanan dan kedamaian (kamtibmas) yang kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Maros.
“Semoga setiap langkah kami di lapangan selalu dibimbing oleh hati yang ikhlas, menjauhkan diri dari prasangka, dan selalu mengedepankan sisi humanis dalam melayani warga,” tambah Kapolres, menegaskan bahwa humanitas tetap menjadi landasan utama dalam setiap tindakan.
Tausiyah Singkat, Semangat Baru
Acara diakhiri dengan tausiyah singkat oleh seorang ustadz setempat yang menekankan pentingnya kebersamaan, panjang‑menolong, serta kejujuran dalam menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ketika kebijakan dibarengi dengan doa, maka setiap kebijakan menjadi lebih kuat, lebih bersahabat, lebih manusiawi,” ujarnya sebelum mengakhiri sesi dengan salam damai.
Menatap Masa Depan: Polres Maros Sebagai Pelindung Religius dan Profesional.
Dengan energi baru yang mengalir setelah doa bersama, polres maros menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui sikap yang religius, humanis, dan profesional.
Kehadiran spiritualitas dalam rangkaian tugas kepolisian menjadi bukti nyata bahwa pelayanan prima adalah perpaduan antara kesiapan fisik, mental dan kebijaksanaan hati.
Sehingga, setiap langkah Bhayangkara tidak hanya melindungi tubuh, tetapi juga meneguhkan jiwa, demi terciptanya Masyarakat Maros yang damai, adil, dan sejahtera.(Rusli/Humas Polres Maros).