
TNI AL, Kodaeral VI, 12 November 2025.
MAKASSAR SPIRITNEWS.COM.- Derai ombak dan semilir angin laut menjadi saksi keteguhan hati para keluarga prajurit TNI yang dengan penuh haru melepas keberangkatan KRI Teluk Palu – 523 dari Dermaga Baru Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI menuju berbagai medan tugas di wilayah timur Indonesia, Pada Hari Rabu Tanggal 12/11/2025.

Mereka akan bertugas di Brigif Teritorial Pembangunan dan Batalyon Teritorial Pembangunan di sejumlah wilayah strategis, antara lain Ambon, Ternate, Babang, Manokwari, Jayapura, Biak, Sorong, Kaimana, dan Wanam.
Selama di Makassar, KRI Teluk Palu – 523 melaksanakan embarkasi sebanyak 685 personel, terdiri atas 467 personel Kodam XVII/Cenderawasih, 56 personel Kodam XVI/Pattimura, dan 162 personel Kodam XVIII/Kasuari. Mereka bergabung dengan 1.586 personel yang telah diangkut dari Jakarta, sehingga total sebanyak 2.271 prajurit TNI AD akan diantarkan menuju penempatan tugas di seluruh pelosok Nusantara.
Suasana di dermaga pagi itu penuh haru dan kebanggaan. Isak tangis keluarga yang melepas keberangkatan suami, anak, dan saudara mereka berpadu dengan semangat pantang menyerah khas prajurit. Di tengah lambaian tangan dan derap langkah yang tegas, tergambar jelas ketabahan dan keikhlasan keluarga besar TNI dalam mendukung pengabdian anak bangsa untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komandan KRI Teluk Palu – 523, Letkol Laut (P) Barkah Ardianto P. M.Tr.Opsla., menyampaikan rasa bangganya atas kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini.
“Kami membawa semangat juang dari para prajurit muda yang akan mengabdikan diri di wilayah terdepan Indonesia. Ini bukan sekadar pelayaran, tetapi perjalanan suci menjaga merah putih tetap berkibar di seluruh penjuru negeri,” ujarnya dengan tegas sebelum kapal bertolak.
Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe”, keberangkatan KRI Teluk Palu – 523 bukan hanya simbol kekuatan pertahanan laut Indonesia, tetapi juga wujud nyata sinergi TNI dalam membangun, menjaga, dan melindungi bangsa.
Dari dermaga yang penuh lambaian cinta dan doa, kapal beserta seluruh awak dan pasukan perlahan meninggalkan pelabuhan, membawa pesan abadi tentang ketabahan, pengabdian, dan cinta tanah air yang tak tergoyahkan(Rusli/tnial_kodaeralvi).