-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
INILAH, Mentan Amran Rayu AHY Berikan 3 Sertifikat Ini untuk Pertanian RI
INILAH, Mentan Amran Rayu AHY Berikan 3 Sertifikat Ini untuk Pertanian RI

INILAH, Mentan Amran Rayu AHY Berikan 3 Sertifikat Ini untuk Pertanian RI

Foto.- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

JAKARTA SPIRITNEWS.- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan pujian kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pujian itu terdengar memuji ketampanan dari Menteri yang sekaligus putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kesan saya yang pertama (saat) ketemu Pak AHY tadi, begitu keluar dan aku dibisikin pak Sekjen 'Pak Amran, beginilah kalau kita sudah tua'.

Terus saya bilang, bukan itu saja Pak Sekjen, beliau lebih ganteng daripada kita. Ini masalah juga. Dan yang paling banyak mengulurkan tangan adalah ibu-ibu," kata Amran saat memberikan pidato di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian ATR/BPN Tahun 2024 di Jakarta, Pada Hari Kamis (7/3/2024).

Amran mengaku cemburu dengan ketampanan AHY. "Jujur saya dengan Pak Sekjen, Kabareskrim itu ada merasa jealous (cemburu) tapi itu sudahlah takdir kita,

kita terima. Itu lah yang terbaik, ada hikmah di balik itu semua," lanjutnya.

Dalam pidatonya, Amran meminta kepada AHY selaku Menteri ATR/BPN untuk dapat memberikan tiga jenis sertifikat untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia.

"Kita harus mengambil langkah-langkah strategis ke depan. Pak Menteri, kami memohon sertifikat juga. Ada tiga sertifikat yang kami butuh. 3 saja, nggak banyak," ujarnya.

Sertifikat pertama, terkait dengan 7,4 juta hektare lahan sawah petani yang mayoritasnya masih belum memiliki sertifikat. Amran menyebut baru 30% dari 7,4 juta hektare lahan pertanian yang sudah bersertifikat.

"(Lahan pertanian) 7,4 juta hektare itu baru mungkin 30%. Jadi 7,4 juta hektare sawah di seluruh Indonesia Kalau tidak salah belum cukup 50% yang punya sertifikat. Dan mereka adalah saudara kita petani menengah ke bawah," tuturnya.

Perjanjian Kerja Sama antara Mentan Amran Sulaiman dengan Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono.

Perjanjian Kerja Sama antara Mentan Amran Sulaiman dengan Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sertifikat kedua, untuk para petani yang tinggal di area hutan. Ia menyebut, ada 30 juta orang yang tidak memiliki sertifikat atau tidak memiliki legalitas, sehingga hal itu menyebabkan Kementerian Pertanian tidak bisa memberikan bantuan benih, pupuk, dan seterusnya.

Padahal, kata Amran, 30 juta orang yang berada di bawah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di daerah Jawa itu merupakan masyarakat yang hidupnya sulit dan di bawah garis kemiskinan.

"Dia tidak punya lahan, dia tidak bisa mendapatkan bantuan, tapi kita mencoba merubah regulasi yang ada agar mereka bisa menerima bantuan.

Nah Mungkin nanti dari ATR/BPN, mereka butuh legalitas, apakah mereka bisa diberikan legalitas, bukan hak milik, tapi apapun legalitasnya agar kita bisa memberikan bantuan," ucapnya.

Adapun sertifikat yang ketiga, lanjut Amran, merupakan untuk program Kementan ke depannya, yakni 5 juta hektare atau 1 juta hektare setiap tahun.

"Kami punya pengalaman, dulu, bukan sekarang. Kami dulu ngurus sertifikat 7 tahun baru bisa selesai, tapi di era sekarang katanya sudah bisa lebih cepat.

Mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi. Tapi kami tidak ingin membahas, karena orang yang membahas masa lalu, itu orang yang biasa-biasa, tapi manusia unggul, manusia petarung, manusia visioner adalah yang membahas gagasan dan membahas masa depan bangsa," tutur dia.

"Sekali lagi saya ulangi, ada tiga permohonan sertifikat Pak AHY, karena aku yakin bapak mampu, bapak energik, bapak menteri termuda, bapak paling ganteng. Pertama, 7 juta hektare. Kedua, yang 5 juta hektare. Kemudian (yang ketiga) LMDH," imbuhnya.

Amran menegaskan, ketiga permintaan sertifikat itu bukan untuk dirinya pribadi, melainkan untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia.

"Itu bukan untuk pribadi saya, demi merah putih ke depan," pungkasnya.(*/CNBC Indonesia).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.