-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
Dirpolair Dampingi Kapolda Sulsel, Diacara Sykuran HUT Polairud Ke 72 Tahun 2022
Dirpolair Dampingi Kapolda Sulsel, Diacara Sykuran HUT Polairud Ke 72 Tahun 2022

Dirpolair Dampingi Kapolda Sulsel, Diacara Sykuran HUT Polairud Ke 72 Tahun 2022

Foto.- Irjen Pol. Nana Sudjana, Kapolda Sulsel didampingi Dirpolair Kombes Pol Supeno diacara syukuran Polairud ke 72, di Mako Dit Polairud Polda Sulsel, Senin (5/12/2022).

MAKASSAR SPIRITNEWS.– Dirpolair Kombes Pol Supeno, Dirpolair mendampingi Kapolda Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana, diacara Syukuran HUT Polairud Ke-72 di Mako Dit Polairud Polda Sulsel, Pada Hari Senin (5/12/2022).

Sementara kehadiran Kapolda dan Para Pejabat Utama Polda Sulsel, disambut hangat dan penuh semangat oleh Dirpolairud Polda Sulsel beserta seluruh personel Polairud mengiringi langkah Kapolda dan Para Pejabat Utama Polda Sulsel memasuki Mako. Dalam upacara tersebut, tampak pula hadir para pejabat Forkopimda.

Kapolda Sulsel juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun Polairud ke-72 tahun semoga selalu sukses dan terus meningkatkan kinerjanya agar lebih baik lagi.

Pantauan radarOnline.id, tampak hadir diantaranya, Bupati Pinrang H.A.Irwan Hamid, mantan Karo Ops Polda Sulsel Adeny muhan Dg Sibali, Para Kapolres Jajaran, Kapolres Pinrang, bone, Gowa dan Maros.

Diketahui kalau Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Baharkam Polri hari ini 1 Desember memperingati hari jadinya yang ke-71 tahun.

Kita ketahui bersama bahwa Polairud sudah banyak berkiprah untuk bangsa dan negara Indonesia. Berdasarkan Website, Ditpolair.jabar.polri.go.id, Polairud lahir ketika Menteri Dalam Negeri mengeluarkan keputusan tertanggal 14 Maret 1951 soal penetapan Polisi Perairan sebagai bagian dari Jawatan Kepolisian Negara terhitung mulai 1 Desember 1950.

Keputusan ini disempurnakan lagi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Perdana Menteri RI tanggal 5 Desember 1956 tentang pembentukan Seksi Udara pada Jawatan Kepolisian Negara. Sejak itu, bagian Polisi Perairan menjadi bagian Polisi Perairan dan Udara.

Pada awal kiprahnya, Polairud hanya bermodalkan sebuah kapal “Angkloeng”. Baru pada akhir tahun 50-an, jumlah kapal bertambah hingga mencapai 35 buah. Sementara Polisi Udara hanya memiliki sebuah pesawat Cessna-180. Setelah melalui beberapa kali perombakan, penyempurnaan organisasi baru terjadi pada 1985.

Satuan Utama Pol Air dilebur ke dalam Subditpol Air dan Satuan Utama Pol Udara menjadi Subditpol Udara. Kedua subdirektorat ini beroperasi di bawah kendali Direktorat Samapta Polri. Baca juga: Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182, Polairud Temukan Turbin Pesawat Para pejabat negara dengan pandangan jauh ke depan telah mengeluarkan keputusan-keputusan yang strategis berupa Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No.4 / 2 / 3 / Um, tanggal 14 Maret 1951 tentang Penetapan Polisi Perairan sebagai Bagian dari Djawatan Kepolisian Negara terhitung mulai 1 Desember 1950.

Dengan lahirnya jawatan Polisi Perairan maka seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa, di tengah hamparan laut Indonesia yang sangat luas perlu pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum.

Pada 1953-1958 berdasarkan Surat Perintah KKN No. Pol. : 2 / XIV/ 53, tanggal16 Januari 1953 dibentuk 2 (dua) Pangkalan Polisi Perairan masing-masing di Belawan dan Surabaya.

Terdorong dari kesulitan-kesulitan yang sering timbul dikarenakan kondisi geografis wilayah Nusantara maka dibentuklah Polisi Udara dengan SK Perdana Menteri Nomor. : 510.PM/1956 tanggal 5 Desember 1956, maka resmilah tanggal 1 Desember 1956 nama bagian Polisi Perairan dan Polisi Udara yang dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi RP. Sudarsono, dengan memiliki 35 kapal dari berbagai type dan sebuah pesawat jenis Cesna-180.

Dengan armada yang dimiliki Polisi Perairan dan Udara ikut serta dalam pemberantasan penyelundupan, bajak laut dan operasi-operasi militer seperti pemberantasan DI/TII di Aceh dan Pantai Karawang Jawa Barat. Setelah melalui beberapa kali perombakan, penyempurnaan organisasi baru terjadi pada 1985.

Satuan Utama Pol Air dilebur ke dalam Subditpol Air dan Satuan Utama Pol Udara menjadi Subditpol Udara. Kedua subdirektorat ini beroperasi di bawah kendali Direktorat Samapta Polri.

Dengan pertimbangan perkembangan situasi dan berdasarkan Skep Kapolri No. Pol.: Skep/ 9/V/ 2001, tanggal 25 Mei 2001 struktur Polairud di bawah Deops Kapolri dengan sebutan Dit Polairud Deops Polri.

Dimana pada saat Oktober 2002 terjadi Validasi Organisasi dengan Keputusan Kapolri No. Pol.: Kep /53/ X/ 2002, tanggal 17 Oktober 2002 dengan sebutan Dit Polair Babinkam Polri.

Sementara pada Oktober 2010 terjadi restrukturisasi organisasi di tubuh Polri dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 52 Tahun 2010, yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Kapolri Nomor. 21 Tahun 2010 Tanggal 14 Oktober 2010 untuk tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 22 Tanggal 14 Oktober 2010 untuk tingkat Kepolisian Daerah.

Hingga akhirnya berpedoman kepada sejarah kelahirannya, 1 Desember diputuskan sebagai Hari Ulang Tahun Polairud.(*/red).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.