-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, SELALU MEMAKAI MASKER" ****
Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra Dampingi SYL Mentan RI di Wajo
Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra Dampingi SYL Mentan RI di Wajo

Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra Dampingi SYL Mentan RI di Wajo

Foto, Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra, S.H.,M.H., (Wakapolda) Sulselat, bersama  
Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H., Menteri Pertanian Republik Indonesia, 
waktu memberikan bantuan bencana alam diwilayah Kabupaten Wajo

SPIRITNEWS.COM.- Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra, S.H.,M.H., selaku orang nomor dua di Kepolisian Provinsi Sulawesi Selatan terlihat saat bersama  Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H., Menteri Pertanian Republik Indonesia, saat memberikan bantuan bencana alam diwilayah Kabupaten Wajo. 

Sementara berdasarkan pantauan awak media ini, terlihat turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wakil Gubernu Sulsel, Muspida Kabupaten Wajo termasuk para Tokoh Masyarakat yang da di Kabupaten Wajo.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Republik Indonesia, SYL nampak  kehadirannya di Wajo salah satu diantaranya untuk memberi bantuan sesuai dengan  program kementrian pertanian dengan sebesar Rp 355.688.044.500, termasuk bantuan kemanusian sebanyak 5 truck dengan nilai sebesar Rp. 250.000.000.-

Sedangkan bantuan tersebut diserahkan langsung dengan secara simbolis oleh Menteri Pertanian DR. H. Syahrul Yasin Limpo, yang diterima langsung  oleh Bupati Wajo H. Amran Mahmud.

Sesuai SYL (Menteri Pertanian RI), memberikan arahan mengatakan bahwa kedatangannya di Kabupaten Wajo bukan hanya karena adanya bencana banjir, tetapi sebagai orang bugis, saya juga mau melihat bagaimana perkembangan yang ada di Bumi Lamaddukkelleng ini, tuturnya.

Karena kita ketahui kalau SYL ini, mantan Gubernur Sulsel dua priode, dizaman pemerintahannya sebagai Gubernur Sulsel kepeduliannya terhadap masyarakatnya yang selalu diutamakan, selanjutnya SYL juga mengharapkan agar setelah banjir ini semua masyarakat tani ditanah bugis ini, langsung turun menanam, karena kalau terendam 9.000 hektar, maka harus tanam sampai dua kali lipat berarti 18.000 hektar, harapannya. (*/ Sumber humas Polda Sulsel).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.