-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
Presiden Jokowi Jangan Remehkan Kicauan Dubes Yusron Soal Ahok
Presiden Jokowi Jangan Remehkan Kicauan Dubes Yusron Soal Ahok

Presiden Jokowi Jangan Remehkan Kicauan Dubes Yusron Soal Ahok




Dubes Indonesia untuk Jepang, DR. Yusron Ihza Mahendra

SpiritNews.com.- Presiden Jokowi tidak boleh menganggap remeh sikap Yusron Ihza Mahendra Duta Besar RI untuk Jepang yang mengunggah komentarnya yang berisi SARA, melalui Twitter miliknya dengan maksud agar dibaca dan disebarkan oleh Nitizen kepada seluruh warga DKI, khsusnya pemilih dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta, terkait pencalonan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam pilkada Gubermur DKI Jakarta 2017.

Komentar Yusron Ihza Mahendra dalam kapasitas sebagai apapun, jelas telah menyalahi prinsip kemajemukan atau keanekaragaman sebagai ciri khas budaya dan kepribadian bangsa Indonesia bahkan merupakan peradaban bangsa Indonesia yang seharusnya dipopulerkan dan dijunjung tinggi oleh siapapun warga negara Indonesia dimanapun berada, apalagi oleh seorang Duta Besar sebagai wakil Negara dan Bangsa Indonesia sekaligus wakil pribadi seorang Presiden.

Sebagai seorang Duta Besar RI di Jepang, sikap Yusron berupa mengunggah komentarnya yang berisi SARA melalui akun twitter miliknya yaitu @YusronIhza_Mhd, bukanlah sebuah persoalan biasa yang hanya sekedar melanggar Etika.

Apa yang dilakukan Yusron Ihza Mahendra jelas secara langsung tidak langsung mencoba membuka memori publik dan trauma etnis minoritas tertentu pada peristiwa berdarah pada tahun 1998 yang sangat traumatis dan mengancam keutuhan bangsa.

Ini sudah masuk kategori melanggar Undang-Undang Tentang Hubungan Luar Negeri yang secara tegas telah membatasi tugas dan kewajiban seorang Duta Besar, dan Undang-Undang Tentang HAM.

Ini terjadi karena isi pesan Yusron Ihza Mahendra,dalam Twitternya itu bersifat diskriminatif, yang mengarah kepada pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung atau tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan yang sangat tidak diperkenankan atau dilarang.

Twitter yang berisi "SARA" itu disebarkan pada saat Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan Yusril Ihza Mahendra kakak kandung Yusril Ihza Mahendra sedang menyiapkan diri untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dalam pilkada DKI 2017, yang sama sekali tidak ada sangut pautnya dengan masalah keamanan warga negara Indonesia di Jepang atau urusan diplomasi Indonesia di Jepang.(*).Sumber berita Tribunners.

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.