-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA IKUT VAKSINASI AGAR TUBUH KITA SEMAKIN KEBAL DARI SEGALA PENYAKIT, "AYO KITA SEMUA TETAP TAAT PROKES, DENGAN SELALU MEMAKAI MASKER, SELALU MENCUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP MENJAGA JARAK DENGAN MENGHINDARI KERUMUNAN, " ****
Pangdam Hasanuddin : Jadilah Prajurit Yang Profesional , Jago Perang,Jago Tembak,Jago Beladiri dan Hebat Di Pertempuran
Pangdam Hasanuddin : Jadilah Prajurit Yang Profesional , Jago Perang,Jago Tembak,Jago Beladiri dan Hebat Di Pertempuran

Pangdam Hasanuddin : Jadilah Prajurit Yang Profesional , Jago Perang,Jago Tembak,Jago Beladiri dan Hebat Di Pertempuran

Foto.- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XIV/Hasanuddin Ny. Indah Syafei.

SPIRITNEWS KENDARI.- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XIV/Hasanuddin Ny. Indah Syafei berkunjung ke Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi tepatnya di Desa Rambu-rambu Jaya, Kec. Ranomeeto, Kab. Konawe Selatan, Provinsi Sultra, Selasa pukul 11.40 Wita (25/05/2021). Dalam pengarahannya di depan Prajurit dan ibu Persit Yonif 725/Woroagi, Pangdam menyampaikan bahwa menjadi seorang prajurit harus mematuhi aturan dan taat kepada perintah pimpinan.

"Apalagi prajurit Satuan Tempur (Batalyon) harus selalu siap sedia sewaktu-waktu di butuhkan negara, dan setiap prajurit Batalyon harus beda nalurinya harus mempunyai jiwa naluri tempur, jago perang, jago tembak, jago beladiri serta mempunyai fisik yang prima dan hebat di medan pertempuran.", tandasnya.

"Disamping itu tiap Komandan harus bisa mengarahkan anggotanya supaya tidak jenuh di Batalyon/Home base, berikan kegiatan, diantaranya adakan pertandingan-pertandingan antar Kompi contohnya olah raga bola voli, sepak bola dan lainnya", tutur Pangdam.

Lebih lanjut dikatakan, "sebagai prajurit jangan jadi pengecut harus selalu bertanggung jawab atas perbuatannya, oleh karena itu jangan membuat pelanggaran seperti disersi dan lainnya, diluar sana masih mengantri yang ingin menjadi seorang prajurit", tegasnya.

"Dan hindari pelanggaran bilamana ada kejadian yang melibatkan prajurit segera telepon atasannya/pimpinan dan Polisi Militer yang menanganinya sampai proses penyelesaiannya", sambungnya.

"Oleh karena itu jadilah prajurit sebagai panutan di masyarakat, misalnya naik motor harus menggunakan helm, patuhi aturan lalu lintas dan tidak boleh arogan", tutupnya.(*/Pendam XIV/Hasanuddin).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.