-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA IKUT VAKSINASI AGAR TUBUH KITA SEMAKIN KEBAL DARI SEGALA PENYAKIT, "AYO KITA SEMUA TETAP TAAT PROKES, DENGAN SELALU MEMAKAI MASKER, SELALU MENCUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP MENJAGA JARAK DENGAN MENGHINDARI KERUMUNAN, " ****
Gubernur Sulsel Bersama Dua Bupati Tinjau Daerahnya Masing Masing Lewat Udara
Gubernur Sulsel Bersama Dua Bupati Tinjau Daerahnya Masing Masing Lewat Udara

Gubernur Sulsel Bersama Dua Bupati Tinjau Daerahnya Masing Masing Lewat Udara

Foto, Prof.Nurdin Abdullah bersama Bupati Wajo dan
Bupati Sidrap jalan bersama meninjau daerahnya Masing -Masing.

SPIRITNEWS WAJO.- Pemerintah Provinsi (Gubernur) Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah dimusim hujan tahun, lebih giat melakukan pemantaua di daerah daerah yang aliran sungainya deras seperti halnya yang terhubung dengan danau tempe, yang dipantau lewat udara bersama Bupati Wajo Amran Mahmud dengan Bupati Sidrap Dollah Mando, Pada Hari Minggu Tanggal 10/01/2021.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa pendangkalan yang terjadi di Danau Tempe itu, berasal dari produksi sedimen akibat aktivitas pembukaan lahan ilegal di sekitar daerah konservasi.

“Kita melihat kondisi aliran sungai baik Sungai Walanae dan sekitarnya ada beberapa pembukaan lahan baru lagi, Padahal harusnya kita berharap tidak ada lagi alih fungsi lahan karena di atas ini adalah daerah konservasi,” jelas Nurdin usai melakukan peninjauan.

Olehnya, ia akan segera melakukan koordinasi bersama Dinas Kehutanan untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan ilegal.

“Kita melihat DAS Walanae walaupun yang ada di Soppeng dan Wajo sudah terjadi lagi pembukaan lahan baru, inikan tidak kelihatan di mana-mana, makanya kita akan lakukan koordinasi cepat dengan Dinas Kehutanan,” terang Gubernur.

“Ini akan menjadi catatan penting yang akan kita sampaikan ke kehutanan dan akan kita sampaikan ke masing-masing daerah untuk betul-betul ini harus dihentikan. Kecuali memang yang sudah terbuka, ini akan kita coba rekayasa. Mungkin kita harus kembangkan tanaman-tanaman produktif yang bernilai ekonomi,” sambungnya.

Ia berharap hutan yang saat ini masih ada dapat dipertahankan tanpa alih fungsi lahan., “Kita berharap hutan yang masih utuh itu kita pertahankan. Jangan lagi ada perambahan dan alih fungsi, karena kasihan setiap tahun masyarakat alami banjir,” harapnya.

Pemerintah pusat telah melakukan antisipasi melalui "Balai Besar Pompengan", telah melakukan rekayasa dengan membuat sembilan pulau hasil pengerukan Danau Tempe, apa yang dilakukan Gubernur salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan banjir akibat aktivitas pembukaan lahan ilegal di tiga kabupaten yakni Soppeng, Wajo, dan Sidrap. {*/Red}.

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.