-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Kabid Humas Polda Sulsel,  Polda Sulsel Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tentang RS Sebagai Lahan Bisnis Covid 19
Kabid Humas Polda Sulsel,  Polda Sulsel Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tentang RS Sebagai Lahan Bisnis Covid 19

Kabid Humas Polda Sulsel, Polda Sulsel Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tentang RS Sebagai Lahan Bisnis Covid 19

Foto, Kombes Pol Ibrahim Tompo,Kabid Humas Polda Sulsel.

ONLINE-SPIRIT.COM.- Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat menyampaikan akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks tentang RS Sebagai Lahan Bisnis Covid 19 dan para Oknum Pengambil Paksa Jenazah Terduga PDP di Rumah Sakit.

Sementara menurut dalam beberapa hari terakhir marak kejadian pengambilan paksa jenazah yang dilakukan para pihak keluarga, karena menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

Selain itu marak pula berita bahwa rumah sakit menjadikan virus corona Covid-19 sebagai lahan binis beredar di media sosial Informasi tersebut terkait tim medis dengan modus 'memvonis' pasien terkait Covid-19
Terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Sulsel menegaskan akan menindak tegas warga yang masih nekad akan mengambil paksa yang dilakukan para pihak keluarga, karena menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

Sambung Kombes Pol Ibrahim Tompo, "Kami warning yang  mengambil paksa mayat PDP di rumah sakit itu merupakan pidana dan akan kita proses,”tegas Kabi Humas.

Ibrahim juga menegaskan, Polda Sulsel akan menindak tegas para pelaku yang mencoba meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Termasuk pelaku penyebaran berita bohong.

Tentang rumah sakit menjadikan virus corona Covid-19 sebagai lahan bisnis, termasuk  provokasi penolakan Rapid Test.

Pihaknya pun akan terus melakukan patroli di dunia maya dan terus mengejar para pelaku tersebut guna memprosesnya secara hukum.

“ Kita prihatin dengan pemikiran yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, padahal apa yang dilakukan oleh pemerintah hanya untuk kepentingan masyarakat umum,  sedangkan opini tentang bisnis Covid 19, provokasi tidak mau rapid test, itu merupakan opini yang dibangun untuk memperkeruh suasana.

Pihak Polda Sulsek mengharapkan agar masyarakat jangan terpengaruh dengan issu tersebut karena akan menyesatkan dan merugikan bagi masyarakat,” jelas Kabid Humas. (*/Humas Polda Sulsel).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.