-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Gubernur NA, Minta Dishub Maksimalkan Pak Ogah Dilapangan
Gubernur NA, Minta Dishub Maksimalkan Pak Ogah Dilapangan

Gubernur NA, Minta Dishub Maksimalkan Pak Ogah Dilapangan

Foto, Gubernur Nurdin Abdullah saat memberikan keterangan pers 
sehubungan dengan kemacetan di Makassar.

Makassar, SpiritNews. com.- Kemacaten di Makassar merupakan salah satu persoalan utama yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

Ada beberapa biang kemacetan, salah satu diantaranya pengatur lalu lintas ilegal atau Pak Ogah.

Dari penelitian Laboratorium Transportasi Universitas Hasanuddin (Unhas) dinilai mengatur lalu lintas tidak sesuai dengan ketentuan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengakui sejak awal menjabat telah mencari solusi persoalan kemacetan ini.

"Jadi Pak Ogah ini dari awal menjadi keluhan saya. Dan saya sudah menyampaikan ke teman-teman di Pemprov maupun di Pemkot, supaya Pak Ogah itu ditertibkan," kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,belum lama ini.

Solusinya adalah memaksimalkan petugas di Dinas Perhubungan kota berada di lapangan dan provinsi berkoordinasi dengan kepolisian dan lalu lintas.

"Memang harus kerjasama dan itu harus dibuatkan surat penugasan. Sampai akhir tidak ada lagi Pak Ogah," sebutnya.

Lanjutnya, Pak Ogah lebih mementingkan mendapatkan upah dengan menyebrankan kendaraan dibandingkan mengatur lalu lintas.

Ia menekankan sebuah sistem yang dibangun untuk mengatasi hal tersebut.

"Kalau saya memang harus ada sistem, tetapi ini sudah berkali-kali saya sampaikan baik ke perhubungan provinsi, maupun perhubungan kota," pungkasnya. (*/Sumber berita Kominfo Sulsel).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.