SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Pemimpin Kontemporer Dituntut Kemahiran Mentransformasi dan  Mengendalikan Emosi
Pemimpin Kontemporer Dituntut Kemahiran Mentransformasi dan  Mengendalikan Emosi

Pemimpin Kontemporer Dituntut Kemahiran Mentransformasi dan Mengendalikan Emosi

Foto, Dede Farham Aulawi.

SpiritNews. com.- Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan dan transformasi. Jadi seorang pemimpin adalah orang yang mampu men-drive diri dan men-drive orang-orang yang dipimpinnya agar mampu melakukan perubahan, sekaligus mentransformasikan dan mengendalikan emosinya.

Dari uraian sederhana di atas, media tergelitik untuk diskusi ringan dengan Pemerhati Neuroleadership Dede Farhan Aulawi Pada Hari Kamis Tanggal 19/12/2019, melalui komunikasi WhatsApp.

Menurut Dede, salah satu ketrampilan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam memainkan perannya adalah ketrampilan Mentransformasi dan mengendalikan Emosi. Hal tersebut merupakan  ketrampilan pikiran yang menggambarkan kelincahan pola pikirnya dalam mengubah emosi destruktif menuju emosi yang konstruktif. Ujar Dede.

" Ketrampilan ini akan berperan sebagai driver agar setiap pencetus dan stimulan stress baik dari dalam maupun luar diri seseorang dapat dikelola dengan baik sehingga bukan destruktif emosi yang muncul namun menjadi Konstruktif.

Dalam bahasa yang ringan, seorang pemimpin harus mampu mengenali dan  mengendalikan stressor agar bisa menemukan jalan keluar secara konstruktif ", tambah Dede.

Bila seseorang gagal dalam menggapai keinginannya dan memicu stress maka terjadi ketidak seimbangan neurotransmitter hormonal di Otak.

Ketidakseimbangan ini memicu terjadinya beberapa gangguan fisik seperti mual, diare, tidak bisa makan, tekanan darah tinggi, dan lain sebagainya.

Bila dibiarkan berlarut, akan membuat seseorang mejadi tidak produktif. Opininya akan membawa pada jalan pembenaran atas ketidakproduktivan atau kegagalan (failure by design).

Pendekatan pengembangan Kepemimpinan berbasis Neurosains yang disebut dengan NeuroLeadership mampu memberikan solusi untuk mencegah dan menanggulangi kondisi tesebut yang disebut dengan teknik LRV (Labeling, Reappraisal, Visioning).

Teknik LRV ini akan menjadikan Pemimpin berbasis Neurosains (NeuroLeaders) menjadi lebih Agile / Lincah dalam menyikapi setiap situasi dan kondisi dan mampu mentransformasi kepada Kemajuan. Pungkas Dede. (*/Df).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.