SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Boca Doakan Ibu Yang Sedang Sakit Semoga Lekas Sembuh
Boca Doakan Ibu Yang Sedang Sakit Semoga Lekas Sembuh

Boca Doakan Ibu Yang Sedang Sakit Semoga Lekas Sembuh

Foto, Bocah Ini Begitu Setia Tunggui Ibunya yang Sedang Cuci Darah di RS, 
Sedang merawat Ibu Yang Sakit Tidaklah Mudah, Hatinya tetap kuat.

SpiritNews. com.- Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. 

Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

Bagiku mama adalah sosok perempuan yang sangat tangguh. Jiwa dan raganya kuat. Ia mampu melakukan banyak pekerjaan tanpa mengenal lelah. Ia berperan banyak dalam keluarga: sebagai ibu, guru, dokter, motivator.

Sungguh perempuan luar biasa yang hadir dalam hidupku. Berikut sepenggal kisah My Moment with Mom.

Masih ingat jelas di kepalaku, pertengahan tahun 2016 tepatnya 11 hari menjelang Hari Raya Idulfitri, mama terserang penyakit stroke yang mengakibatkan tubuh bagian kanannya lumpuh. Mama dirawat di rumah sakit selama delapan hari dan merayakan hari raya di rumah sakit. Setelah lewat masa rawat inap, akhirnya mama pulang ke rumah.

Pasca stroke secara drastis, jiwa dan raganya lemah. Sosok perempuan tangguh itu sekarang tidak berdaya dan duduk di kursi roda. Mama tidak menyangka bisa terserang stroke karena merasa sedari mudanya dulu seorang yang aktif dan gemar berolahraga. Namun, kuasa Tuhan berkata lain.

Semenjak mama terserang stroke, hari demi hari kujalani bersama mama. Dulu mama dengan sabar merawatku sedari lahir hingga aku dewasa, sekarang sebaliknya.

Kini aku berperan sebagai anak, perawat, juru masak, teman curhat, sopir, dll. Jika mama membutuhkanku ia cukup membunyikan bel dan dengan cepat aku menghampirinya. Di usia mama yang ke-65 ia kembali layaknya seperti anak kecil (balita).

Aku sudah terbiasa mendengar tangisan keras, keluh kesah serta luapan amarah yang keluar dari lubuk hatinya. Rata-rata penderita stroke emosinya memang sulit terkendali.

Terkadang ketika jiwanya sedang benar-benar down, mama sering mengeluarkan kalimat, “Mama mau mati saja, supaya nggak ngerepotin kamu." Seketika itu pula aku langsung memeluk dan mengusap pipi mama yang basah oleh air matanya. (*).




Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.