SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
KemenPAN RB RI Uji Coba Integrasi LAPOR-SP4N dengan Aduan BARUGA Sulsel
KemenPAN RB RI Uji Coba Integrasi LAPOR-SP4N dengan Aduan BARUGA Sulsel

KemenPAN RB RI Uji Coba Integrasi LAPOR-SP4N dengan Aduan BARUGA Sulsel

Foto, KemenPAN RB saat Uji Coba Integrasi Lapor-SP4N dengan Baruga Sulsel.

Jakarta, online-spirit.com.- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN RB) RI, melakukan uji coba integrasi antara LAPOR! Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dengan sistim pengaduan layanan publik yang ada di Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia yang berlangsung di Ruang Sriwijaya Kantor Kementerian PAN RB RI, Senin (2/9/2019).

Menurut Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan SIPP, Muhammad Imanuddin yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa uji coba integrasi LAPOR!-SP4N dan aplikasi aduan publik Instansi pemerintah adalah untuk memberikan pola baru dalam pengelolaan pengaduan agar dapat berjalan dengan baik.

"Pola pengaduan ini dianggap sangat strategis oleh Negara karena dengan adanya aduan yang masuk, negara akan mampu memprediksi apa yang harus dilakukan ke depan,"ujarnya, diharapkan kedepannya dapat berjalan dengan baik, sehingga pengelolaan pengaduan publik menjadi kewajiban setiap penyelenggara pemerintahan.

"LAPOR!-SP4N merupakan satu-satunya aplikasi pengaduan publik nasional yang ada dikelola oleh Kementerian PAN RB bersama Kantor Staf Presiden (KSP) dan Ombudsman sehingga kalau ada aplikasi yang dibuat oleh daerah harus terintegrasi," jelas Imam.

Namun demikian, lanjut Imam integrasi ini bukan suatu pengakuan legalitas bahwa aplikasi itu bisa dipertahankan, tapi itu tergantung hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang akan dilakukan oleh Kementerian Kominfo RI pada bulan September 2020 mendatang.

Di kesempatan yang sama, mewakili Pemprov Sulsel, Lukmanuddin, Kepala Bidang Layanan e-Gov Dinas Kominfo Statistik dan Persandian didampingi TIM Arsitektur, Putrawal dan Wahyu mewakili uji coba tersebut menyampaikan bahwa pelayanan aduan Baruga Sulsel merupakan program Gubernur Sulsel untuk menangkap dan mengetahui aspirasi yang berkembang di masyarakat sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Baruga juga dibangun untuk mendukung LAPOR!-SP4N yang selama ini belum berjalan maksimal. Sejak LAPOR!-SP4N diperkenalkan di Sulsel tahun 2016 lalu, baru sekitar 300 lebih laporan yang masuk sedangkan Baruga yang dibangun pada bulan September 2018 sampai sekarang sudah ada lebih 1700 aduan dan sebagian besar sudah ditindaklanjuti,"terangnya.

Lukmanuddin menambahkan, Baruga Sulsel dibangun dengan biaya murah, begitu juga dalam pengelolaannya, sehingga kita berharap evaluasi SPBE yang akan dilakukan pada bulan September 2020, Aplikasi Aduan Baruga Sulsel tetap bisa berjalan mendukung LAPOR!-SP4N karena pengelolaannya sudah satu pintu dan nyaris tanpa biaya yang menjadi penilaian utama SPBE, Pada Hari Senin, Tanggal 2 September 2019. (*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.