-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Wiranto, E-KTP Yang Tercecer Bukan Rekayasa Pemerintah
Wiranto, E-KTP Yang Tercecer Bukan Rekayasa Pemerintah

Wiranto, E-KTP Yang Tercecer Bukan Rekayasa Pemerintah

Foto, Menko Polhukam Wiranto (tengah) bersama Ketua KPU, 
Arief Budiman memberi keterangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPU,
 Jakarta, Selasa (6/3). Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan tertutup. 

SpiritNews.com.- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa E-KTP yang tercecer di sejumlah wilayah di Indonesia bukanlah rekayasa pemerintah. Menurut dia, pemerintah tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak jalannya Pemilu 2019.
Kemudian E-KTP tercecer, yang diperjualbelikan, sekali lagi, itu bukan rekayasa pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi telah meminta supaya ASN Netral, TNI, Polisi netral, ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Dia mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi yang dirayakan setiap lima tahun sekali. Untuk itu, Wiranto meminta masyarakat mencari tahu track tecord pemimpin sebelum memilihnya.

Pemilu ini pesta, membuat rakyat senang, karena lima tahun sekali diberi keluasaan diberikan kesempatan memilih pemimpinnya, lima tahun diberi kesempatan memilih pemimpin yang berkualitas yang punya kompetensi, jelas dia.

Wiranto menjelaskan bahwa jumlah DPT yang telah ditetapkan sebanyak 192.828.520 jiwa. Kendati DPT telah ditetapkan, dia menuturkan masih ada pertanyaan yang timbul, yakni soal pemilih yang baru memasuki usia 17 tahun pada saat pencoblosan dilakukan.

"Sudah ada kesepakatan, sudah ada wadahnya, dipersiapkan. Dengan teknik tertentu nanti ada 10 ribuan anak-anak kita yang usianya nanti sebelum April dan setelah ditetapkan DPT ini akan mencapai umur 17 tahun. Berarti dia berhak memilih. Jadi tetap dia nanti punya hak pilih," kata dia. (*), Sumber berita Liputan6.com.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.