-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Gubernur Sulsel, Penempatan Guru Juga Pakai Sistem Zonasi
Gubernur Sulsel, Penempatan Guru Juga Pakai Sistem Zonasi

Gubernur Sulsel, Penempatan Guru Juga Pakai Sistem Zonasi

Foto, Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Provinsi Sulsel 
Andi Sudirman Sulaiman saat menjadi inspektur upacara pertama 
kalinya di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 10 September 2018. 

SpiritNews. com.- Sukses penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru di sekolah secara nasional termasuk di Sulsel rupanya menjadi perhatian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, tak hanya siswa, guru pun bakal mendapat kebijakan zonasi.

Gubernur yang dilantik pekan lalu oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara itu menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara untuk pertama kalinya di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 10 September 2018.

Prof Nurdin Abdullah menginginkan pemberlakuan zonasi juga diterapkan pada guru, bagi guru-guru yang tempat tinggalnya berjauhan dengan sekolah tempat mengajarnya agar dipindahkan ke sekolah terdekat.

Hal ini dimaksudkan agar mobilitas dan efektifitas perjalanan guru yang bersangkutan bisa lebih bagus dan lancar.

Sistem zonasi dalam distribusi guru ini terinspirasi dari sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru beberapa bulan lalu.

Dalam sistem itu, kelulusan calon peserta didik yang mendaftar di sekolah ditentukan oleh jarak paling dekat antara sekolah dan kediaman siswa bersangkutan.

"Guru ini adalah tulang punggung bangsa. Guru harus diberikan ketenangan," kata guru besar Fakultas Kehutanan Unhas itu.

Untuk mewujudkan hal itu (beri ketenangan bagi guru), Prof Nurdin tetap mempertahankan TPP bagi guru SMA, SMK dan SLB yg menjadi kewenangan Pemprov Sulsel melalui Dinas Pendidikan.

Tentu saja ini merupakan kabar gembira bagi guru di mana sebelumnya 'diganggu' rumor bakal dihapus TPP bagi mereka. (*).




Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.