-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, SELALU MEMAKAI MASKER" ****
Pangdam Hasanuddin Ikuti Rakornas Virtual Bersama Presiden RI
Pangdam Hasanuddin Ikuti Rakornas Virtual Bersama Presiden RI

Pangdam Hasanuddin Ikuti Rakornas Virtual Bersama Presiden RI

Pangdam Hasanuddin, saat ikuti Rakornas Virtual bersama Presiden RI.

SPIRITNEWS MAKASSAR.- Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E., mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) melalui video conference (vicon) bersama Presiden RI Ir. Joko Widodo, bertempat di Ruang Puskodal Makodam Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (3/03).
Rakornas ini dilaksanakan dalam rangka Penanggulangan Bencana TA. 2021.

Presiden RI menyampaikan, bahwa Negara Indonesia banyak kerawanan bencana, yaitu negara paling rawan bencana.

"Tingkat kerawanan bencana hidro mikro maupun geologi, Indonesia menduduki angka tertinggi. Maka, untuk mengurangi resiko, terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana yang selalu datang tanpa dapat dicegah dan diantisipasi", tuturnya.

"Dalam mengatasi hal tersebut, diperlukan kebijakan-kebijakan dalam perencanaan tata ruang dan tentunya memperhatikan aspek manajemen pengendalian, dan audit kebijakan tata ruang di lapangan harus berjalan dengan baik, jangan hanya diatas kertas saja, karena ini sudah disampaikan berulang kali", jelasnya.

"Pertama, jangan kita disibukkan membuat aturan, namun yang paling utama adalah pelaksanaan dilapangan yang langsung dilihat oleh masyarakat.

Kedua, pembangunan yang berkaitan dengan standar gempa harus diikuti dengan ketahanan bangunan sesuai standar gempa, sehingga efek bencana di daerah atau provinsi bisa diminimalisir dan mengurangi resiko bencana.

Ketiga, manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, dengan cepat bekerja merespon secara terus menerus ditingkatkan.

Operasi tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat dan kecepatan mengurangi jatuhnya korban.

Oleh karena itu, literasi pada masyarakat terkait kebencanaan harus terus menerus ditingkatkan mulai dari lingkungan sosial, dengan cara simulasi bencana di daerah yang rawan", sambungnya.

"Manajemen rehabilitasi pasca bencana harus cepat dalam penanganannya, betul-betul secara cepat sehingga langkah yang diambil dapat mengurangi banyaknya korban", tutupnya.(*/Pendam XIV/HSN).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.