-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN, JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, DENGAN MEMAKAI MASKER" ****
Keluarkan Uang Lebih Untuk Beli Air Bersih  Warga Minta Pemkab Segera Turun Tangan
Keluarkan Uang Lebih Untuk Beli Air Bersih  Warga Minta Pemkab Segera Turun Tangan

Keluarkan Uang Lebih Untuk Beli Air Bersih Warga Minta Pemkab Segera Turun Tangan

Foto, Warga Kampung Padadae dan Solo, saat membeli air bersih sembari minta Pemkab Pangkep segera turun.

PANGKEP SPIRITNEWS.- Warga Kampung Padadae dan solo Kelurahan Mappasaile Kecamatan Pangkajene, mengeluh karena susah mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan 3 bulan terakhirt.

Sumber air dari sumur sumur wargapun sudah pada kekeringan bahkan air leden dari PDAM Pangkep juga sudah banyak yang mampet dan tidak mengalir lagi.

Menurut Zainal salah satu warga Padadae kekeringan tersebut dialami oleh warga setiap tahunya saat musim kemarau seperti sekarang ini. Hingga saat ini, untuk mendapatkan air untuk masak cuci dan kakus tersebut sangat sulit diperoleh.

“Untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan makan dan minum, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 100 ribu untuk membeli air pertangki mobil. atau Rp.2.500,- per jergen.

Sedangkan untuk kebutuhan lainya, terangnya warga harus mengambil air yang masih tersedia di penambakan ikan, meskipun air tersebut tergolong asin karena berada di sekitar kawasan daerah pesisir pantai

Kekeringan di daerahnya mulai sejak bulan 6 hingga memasuki bulan 10 setiap tahunya. Hingga saat ini, belum ada upaya secara maksimal yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persolan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa warga sekitarnya belum pernah mendapatkan bantuan air bersih dari Pemda Pangkep. dirinya terpaksa memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli air PDAM karena air sumurnya mengalami kekeringan.

"Sebagian besar warga disini, membeli air Rp 100 ribu pertangki yang dibeli secara patungan. Air itu habis dalam waktu 3 hari saja. Bahkan kami sudah hemat itu air," katanya.

Seorang warga padade Azis, mengatakan, saat kemarau berkepanjagan, warga Padadae sangat membutuhkan bantuan air bersih dari pemerintah. Saat ini warga hanya menggunakan rembesan air sungai yang rasanya asin untuk mandi dan buang air besar.

"Sudah beberapa bulan terakhir, kami harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli air bersih, bahkan kami harus mandi pakai air asin, sebab sumur kami saat ini airnya terasa asin akibat rembesan air sungai, untuk itu kami minta kepada pemerintah untuk memberikan bantuan air bersih dan layak minum" katanya, Senin (7/9/2015). (*).

>

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.