-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Mendagri Tito, Sebut Ekonomi RI Sudah Minus 4 Persen
Mendagri Tito, Sebut Ekonomi RI Sudah Minus 4 Persen

Mendagri Tito, Sebut Ekonomi RI Sudah Minus 4 Persen

Foto, Mendagri Tito saat sebut ekonomi RI sudah minus 4 persen, Pada Senin 20/07.


SPIRITNEWS.COM.- Inilah mantan Kapolri yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 
mengatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi sudah mengalami kontraksi pada kuartal II ini akibat tekanan virus cotrona bahkan, ia menyebut ekonomi Indonesia sudah minus 4 persen.
Dia juga mengungkapkan faktanya sekarang sudah minus, Bahkan bukan 0,4 itu, udah minus 4 (persen), kata Tito dalam Rakor Persiapan Pilkada Serentak 2020 di Kalimatan Barat seperti dikutip dari kanal Youtube Kemendagri RI, Pada Hari Senin Tanggal 20/7/2020.
Pada kesempatan tersebut Tito mengatakan bahwa tekanan ekonomi tidak hanya dialami Indonesia. Sejumlah negara juga mengalami tekanan sama.
Lebih lanjut disampaikan bahwa salah satunya, Singapura bahkan, Negeri Singa sudah terjerumus dalam resesi ekonomi karena pertumbuhan mereka minus dua kuartal berturut-turut.
Mendagri Tito juga menambahkan tekanan ekonomi di dunia dan Indonesia tersebut juga mulai berdampak ke daerah. Di DKI Jakarta misalnya, virus corona telah membuat APBD ibu kota turun dari Rp87 triliun menjadi tinggal Rp44 triliun.
Tito mengatakan kalau terus berlanjut, tekanan itu bisa berdampak ke kehidupan sosial masyarakat.
Selanjutnya Tito merasa khawatir tekanan ekonomi akan membuat angka pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran dan kemiskinan makin bertambah.
"Pengeluaran negara makin banyak, untuk bansos dan lain-lain, maka ga bisa satu aja diselamatkan, antara kesehatan publik atau ekonomi saja, dua-duanya," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui virus corona telah memberikan tekanan besar ke ekonomi dalam negeri. Ia mengakui bahwa target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah pada 2020 akan terkoreksi cukup tajam karena masalah tersebut.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2020 pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Namun, beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tak mampu mencapai target tersebut akibat virus corona.
Diakhir sambutannya menyampaikan bahwa angka pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 2,3 persen, jelasnya. 
Bahkan, dalam skenario terburuk ekonomi RI bisa minus hingga 0,4 persen, kata Mendagri Tito. (*/Sumber berita CNN Inonesia).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.