-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN, JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, DENGAN MEMAKAI MASKER" ****
Presiden AS, Ogah Ngobrol Dengan Xi Jinping, Trump Ancam 'Ceraikan' China
Presiden AS, Ogah Ngobrol Dengan Xi Jinping, Trump Ancam 'Ceraikan' China

Presiden AS, Ogah Ngobrol Dengan Xi Jinping, Trump Ancam 'Ceraikan' China

Foto, Presiden AS Donald Trump, saat mengutarakan 
sejumlah kekecewaan terhadap Presiden China Xi Jinping.

ONLINE-SPIRIT.COM.- Inilah cerita tentang hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang sedang berada di titik nadir, yang terbaru Presiden AS Donald Trump, mengutarakan sejumlah kekecewaan terhadap Presiden China Xi Jinping.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan FOX Business Network, yang disiarkan di AS pada Kamis (14/5/2020) waktu setempat, Covid-19 dan berimplikasi pada perjanjian damai dagang yang dibuat Januari 2020.

"Mereka seharusnya tidak membiarkan ini (Covid-19) terjadi," kata Trump dikutip Reuters. "Saya membuat kesepakatan perdagangan yang hebat dan sekarang saya bisa katakan, saya tak merasakan hal yang sama.

Tinta sudah mengering dan wabah (Covid-19) datang. Rasanya jadi tak sama buat saya," lanjutnya.

Trump pun melanjutkan lagi dengan mengatakan, saat ini, tidak mau berbicara dengan Presiden China Xi Jinping. Bahkan, ia berujar, bisa melakukan banyak hal untuk "menghukum" China, termasuk memutus seluruh hubungan yang telah dijalin.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa memutus seluruh hubungan [dengan China]," ujar Trump.

Ia bahkan berujar, jika AS melakukan itu, Negeri Paman Sam bisa menghemat dana hingga US$ 500 miliar atau Rp 7.450 triliun (asumsi kurs Rp 14.900/US$). Angka itu merujuk pada impor tahunan AS dari China.

Pernyataan Trump mengundang kritik dari orang-orang dekat Xi Jinping. Pemimpin Redaksi Tabloid Global Times Hu Xijin yang terafiliasi dengan pemerintah China mengolok Trump.

"Presiden ini pernah menyarankan pasien Covid-19 agar disuntik disinfektan," kata Hu di Twitter. "Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutus seluruh hubungan dengan China," lanjutnya.

AS dan China terjebak perang dagang sejak 2018. Ketegangan ini terkait tarif masuk barang kedua negara. Pada 2019, perang dagang kedua negara berdampak pada pelemahan ekonomi global. Sejumlah negara yang ekonominya tergantung ekspor-impor mengalami penurunan ekonomi signifikan.

Perjanjian dagang parsial akhirnya dibuat awal tahun 2020. Namun, semenjak AS menjadi hotspot corona, dengan kasus terbanyak di dunia, Trump menyalahkan China dan meminta investigasi atas asal usul virus.

Seperti diketahui, virus corona baru penyebab Covid-19 pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei. Saat ini secara global, dari data Worldometers, ada 4 juta lebih manusia terinfeksi Covid-19., (*/Sumber berita CNBC Indonesia).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.