-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, SELALU MEMAKAI MASKER" ****
Upaya Memutus Rantai Penularan Covid 19, Lurah, Babinsa dan Binmas Kel. Buntusu, Bubarkan Warga Yang Kumpul Diwarkop- Café
Upaya Memutus Rantai Penularan Covid 19, Lurah, Babinsa dan Binmas Kel. Buntusu, Bubarkan Warga Yang Kumpul Diwarkop- Café

Upaya Memutus Rantai Penularan Covid 19, Lurah, Babinsa dan Binmas Kel. Buntusu, Bubarkan Warga Yang Kumpul Diwarkop- Café

Foto, Lurah bersama Babinsa dan Binmas saat patroli memubarkan warga 
yang kumpul di warkop dan di café di wilayahnya, Pada Hari Senin Tanggal 13/04/2020.

MAKASSAR, SPIRITNEWS. COM.- Akhir pekan kemarin, Lurah Buntusu H. Meinsani bersama Babinsa dan Binmas Kelurahan Buntusu membubarkan warga yang masih saja berkumpul di warkop / cafe di Wilayah Kelurahan Buntusu.
Foto, Lurah, Babinsa dan Binmas Kelurahan Buntusu saat operasi Covid 19 di wilayahnya.

Sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi "Menyatakan bencana nonalam yang diakibatkan oleh penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional," demikian butir pertama Keppres tersebut yang diakses, di Jakarta, Pada Hari Senin, Tanggal 13 April 2020.

"Perlu saya ingatkan lagi, Pak Menteri Dalam Negeri agar gubernur, bupati, dan wali kota diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok serta membuat perkiraan-perkiraan ke depan sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau," kata Jokowi saat rapat terbatas lewat telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 13 April 2020.

Pada kesempatan tersebut, Lurah bersama Babinsa dan Binmas memberikan teguran dan menghimbau agar hanya menjual makanan secara online (jasa ojol) atau dibungkus (take away).

Selain itu, Lurah Buntusu juga berharap agar pemilik warung untuk tidak mengizinkan pembeli untuk makan di tempat (dine in) hal tersebut lakukan merupakan upaya Pemerintah Kelurahan melakukan pencegahan penularan Covid-19 di masa pandemic ini, tegas, Meinsani.

Pertanyaan masyarakat apakah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota sudah siap melayani kebutuhan hari hari masyarakatnya, jikalau belum siap hanya teori saja apa yang mau di makan dan di belanja setiap hari.

Para buruh bangunan yang bekerja di perumahan perumahan keluhkan larangan pemerintah ke para deflover yang sedang membangun dimana alasan mereka kami bekerja dalam satu rumah hanya 4 orang saja itupun ada yang luar dan ada yang didalam rumah keluhnya.

Sementara sesuai siaran televise dan berita Koran, Media online, untuk wailayah Sulsel dilarang berkumpul diatas 10 Orang, harus mengenakan masker kalau keluar rumah, jaga jarak selalu mencuci tangan pakai sabung itu yang sering saya dengan baca, tuturnya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona sejak 10 April lalu dan saat ini pemerintah juga telah pemberlakuan pengurangan aktivitas di tempat kerja bahkan setiap pemerintah desa dan keluarahan, Babinsa dan Binmas se Sulsel sudah melakukan operasi di rumah makan, warkop dan Café yang ada di wilayahnya masing-masing.

Pertanyaannya apakah pemerintah sudah menyalurkan bantuan sesuai dengan instruksi Presiden yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Dalam Negeri, yang di peruntukan pada Pemprov, Pemkab dan Pemkot segera meyalurkan bantuan tersebut, (*/ Sumber Berita Humas Kelurahan Buntusu).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.