-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM**** SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Gubernur Nurdin, Minta Kepala Daerah Selamatkan Para Petani
Gubernur Nurdin, Minta Kepala Daerah Selamatkan Para Petani

Gubernur Nurdin, Minta Kepala Daerah Selamatkan Para Petani

Foto, HM Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi selatan.

MAKASSAR, SPIRITNEWS. COM.- Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung ditingkat industri yang sekitar Rp 3.150,dan kemudian ditingkat petani jatuh menjadi Rp 1.300,menjadi perhatian Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Sementara pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah mengakui bahwa para petani khususnya petani jagung harus diselamatkan agar tidak semakin merugi, harapannya.

"Saya mengajak,para kepala daerah sesulsel menyelamatkan petani terutama petani jagung ditengah wabah Covid-19 ini.karena HPP (Harga Pokok Penjualan) yang seharusnya Rp 3.150, tapi di tingkat petani sekarang ini hanya Rp 1.300,tidak ada perubahan harga, ungkap Nurdin Abdullah, di Gubernuran, Senin, 27 April 2020.

Dia menegaskan seluruh kepala daerah betul-betul harus sosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang berdampak jatuhnya harga termasuk perdagangan harus ditata dengan baik, karena petani harus merasakan kesejahteraan.

"Kita harus menata proses perdagangan ini,dengan melakukan proteksi bagi petani-petani kita, dan saya yakin dengan kerja sama yang baik kita bisa potong rantai perdagangan karena kasian kalau para petani terus-terus merugi",tambahnya

Sambung Gubernur Sulawesi selatan Nurdin Abdullah menegaskan, masalah selisih harga jagung ditengah wabah pandemi Covid-19 sangat tidak wajar, tegasnya.

"Kalau dia mengambil untung yang wajar itu nggak apa-apa, tapi kalau harga di tingkat industri Rp 3.150 masa di tingkat petani masih Rp 1.300,padahal Harga telah ditentukan oleh pemerintah.cuman memang yang bermasalah ini rantai perdagangan yang ada di bawah,"tutupnya. (*/Sumber berita Humas Pemprov Sulsel).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.