-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS MASKERKU MENYELAMATKANKU DARI PENULARAN VIRUS COVID-19 "AYO KITA SEMUA SELALU CUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, SELALU MEMAKAI MASKER" ****
Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kapolsek Cempa Polres Pinrang
Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kapolsek Cempa Polres Pinrang

Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kapolsek Cempa Polres Pinrang

Foto, Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kapolsek Cempa Polres Pinrang.

Kapolsek Cempa, Polres Pinrang, AKP Akbar menerima penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Penghargaan Kapolri tersebut didasari dengan Keputusan  Kapolri Nomor: KEP/178/I/2020 tanggal 28 Januari 2020 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesi. Dan ditindak lanjuti dalam Surat Telegram Kapolri yang ditandatangani oleh Karo Bingkar As SDM Polri Brigjen Pol Dr.Dedi Prasetyo dengan Nomor: STR/38/I/KEP/2020 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa AKP Akbar menjadi Kompol.

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat memimpin upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Luar Biasa tersebut menyampaikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada anggota Polri sebagai bentuk apresiasi Pimpinan Polri terhadap prestasi anggota dalam  melaksanakan tugas di lapangan dianggap melebihi semangat rela berkorban yang melampaui panggilan tugasnya.

“Jadi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) ini, dapat diberikan kepada siapa saja anggota Polri yang berprestasi, dan anggota dituntut bersaing secara sehat dan natural dalam perkembangan karier di Kepolisian,”tegas Kapolda Sulsel saat Irup Upacara Korp Raport KPLB  dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS Polri, di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (10/02/2020)

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel menjelaskan AKP Akbar diberi penghargaan atas aksinya yang viral saat bersimpuh melindungi seorang penambang yang nyaris tewas dikeroyok massa di sebuah kebun dengan cara berlutut dan bersimpuh memohon agar massa tidak melakukan aksi anarkis. di Desa Salipolo pada Selasa 5 November 2019, lalu. (*/Humas Polda Sulsel).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.