-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Wabup Bulukumba Tommy Satria, Sediakan Ruangan Umat Katolik Untuk Merayakan Natal Tahun 2019
Wabup Bulukumba Tommy Satria, Sediakan Ruangan Umat Katolik Untuk Merayakan Natal Tahun 2019

Wabup Bulukumba Tommy Satria, Sediakan Ruangan Umat Katolik Untuk Merayakan Natal Tahun 2019

Foto, Wakil Bupati Bulukumba Tommy Satria. (Foto,dukumentasi spiritnews)

SpiritNews. com.- Semarak perayaan natal umat katolik di Bulukumba, mendapatkan larangan dari warga, saat umat katolik hendak merayakan malam natal di salahsatu rumah warga di jalan Wahidin Sudirhusodo, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara hal tersebut, Wakil Bupati Tommy Satria langsung memberikan ruang atau tempat bagi umat Katolik yang bakal merayakan natal pada 25 Desember 2019, dimana ada dua opsi tempat yang diberikan pada natal yakni di Gedung PKK atau di ruang pola Kantor Bupati Bulukumba.

Dikabarkan beberapa waktu lalu, ada sekelompok orang melarang kegiatan bagi umat katolik merayakan natal dan bahkan melarang untuk menjalankan ibadah natal di sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah di wilayah Kota Bulukumba.

Menurut Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, yang didampingi Dandim 1411 Letkol Arm Joko Triyanto, saat dijumpai mengaku, telah mengantongi nama terduga, beserta beberapa screenshoot status terduga di Media sosial (Medsos).

Selain itu, bersama Wakil Bupati Bulukumba Tommy Satria siang kemarin, kita telusuri provokator tersebut, ujar Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan, selanjutnya disampaikan bahwa yang terduga pelaku berinisial H, kita sudah panggil dan dimintai keterangannya pada 26 Desember 2019 mendatang, tidak menutup kemungkinan dalam proses penyelidikan, ada terduga lainnya, jelas ujar Syamsul.

Lebih lanjut AKBP Syamsu Ridwan menambahkan akan terus menelusuri kasus ini, dan menggali penyelidikan mendalam, tegas Kapolres Bulukumba.

Sebelumnya diketahui jika umat Katolik di Bulukumba tak memiliki tempat ibadah atau Gereja sehingga beredar informasi jika warga melarang ibadah di salahsatu tempat atau rumah warga di Bulukumba.

Dikabarkan jika umat Katolik tahun ini, tak merayakan natal di Kabupaten Bulukumba, hal tersebut di benarkan oleh Ketua Panitia Natal Jemaat Katolik Bulukumba, Antony Chusmond, perayaan natal para Jamaat Katolik "Tidak dapat persetujuan warga, jadi batal Natalnya," singkat Antony.

Batalnya perayaan Natal bersama jemaat Katolik Bulukumba, setelah warga di sekitar tempat ibadah sementara mereka, di Jl Wahidin Sudirohosodo, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, tak memberikan persetujuan.

Sementara menurut Antony Chusmond, yang dimintai mengaku berterima kasih dengan adanya dua opsi tersebut. Hanya saja, pihaknya tetap tidak bisa melakukan Natal bersama karena berbagai alasan.

"Jadi, tahun ini umat Katolik Bulukumba tak merayakan Natal bersama. Kecuali kalau ditempat pastoran kami bisa, karena aksesoris dan pernak-pernik natal ada disana," jelas Antony.

Waktu yang tersisa untuk perayaan Natal tahun ini, kata dia, sudah sangat mepet. Belum lagi jika kembali akan melakukan pemindahan seluruh pernak pernik yang ada.

Sementara itu Wabup Bulukumba Tommy Satria menjelaskan jika pada dasarnya umat kristiani menjalankan natal dengan damai. Umat kristiani Kristen Protestan telah menjalankan ibada dengan aman, dimana Gereja Protestan memang ada sejak dahulu.

Sementara hanya gereja Katolik yang tak memiliki tempat ibadah atau Gereja, sehingga izin untuk ibadah mereka tak diberikan dan tak mendapat persetujuan warga.

"Tidak ada itu pelarangan Natal di Bulukumba. Buktinya umat Kristen Protestan tetap merayakan Natal di Gerejanya. Cuma, umat Kristen Katolik yang belum mempunyai gereja kita fasilitasi di Gedung PKK atau Ruang Pola Kantor Bupati agar tidak terjadi gejolak sama seperti tahun 2018 kemarin,” paparnya.

Lanjut Tommy jika penyiapan tempat untuk perayaan Natal untuk umat Katolik setelah dialog dengan forum antar umat beragama di Kabupaten Bulukumba., (*/Sumber berita KabarMakassar).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.