SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH,*NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM,****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015*,SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Gubernur Sulsel Undang Kapolda-Rektor Terkait Unras Di Makassar
Gubernur Sulsel Undang Kapolda-Rektor Terkait Unras Di Makassar

Gubernur Sulsel Undang Kapolda-Rektor Terkait Unras Di Makassar

Foto: Gubernur Sulsel ajak Rektor-rektor dan Kapolda bahas masalah unjuk rasa di Makassar.

Makassar, SpiritNews.com.- Pemerintah Provinsi (Gubernur)  Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait aksi unjuk rasa di Kota Makassar, termasuk Kapolda Sulsel hingga rektor dari berbagai universitas hadir.

Sementara forum yang digelar untuk menyikapi situasi terkini di Sulsel, khususnya di Makassar berlangsung di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, belum lama ini.

Berdasarkan pantauan awak media ini, terlihat turut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, rektor dari berbagai universitas, hingga pimpinan ormas hadir.

Disampaikan Gubernur Nurdin Abdullah, bahwa sudah beberapa  hari ini mahasiswa di berbagai daerah menggelar aksi unjuk rasa, sehubungan dengan pengesahan Revisi Undang-Undang KPK dan yang kedua revisi KUHP dan beberapa undang-undang yang lain, kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin mengatakan bahwa aksi tersebut, terjadi di berbagai wilayah di Sulsel, untuk itu dia mengingatkan agar aksi mahasiswa tidak ditunggangi pihak bertanggung jawab.

Tentu kita semua menyikapi bahwa ini tidak ada hari tanpa demo dan ini menjadi perhatian kita semua, kita khawatirkan adalah munculnya gerakan-gerakan yang menunggangi gerakan mahasiswa kita, paparnya.

Nurdin mengatakan, pihaknya melihat gerakan mahasiswa di Makassar dan beberapa wilayah di Sulsel sama halnya yang terjadi di daerah lain di Indonesia, hal ini ditambah para pelajar ikut turun aksi ke jalan.

Jadi memang aksi ini sangat sitematis dan kita belum melihat apa sebenarnya motif dan tujuan, karena kalau soal revsisi KUHP ini sudah ditunda.

Revisi Undang-Undang KPK juga bahwa presiden sudah mendapat masukan dari berbagai kalangan dan ini dalam proses pertimbangan, ujarnya.

Pada kesempatan itu Nurdin menyampaikan kekhawatirannya akan aksi mahasiswa yang ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, salah satunya aksi mahasiswa berakhir ricuh di depan Universitas Hasanuddin, tuturnya.

Lebih jelas Nurdin menuturkan bahwa kita bisa lihat di depan kampus Unhas ada 2 mobil dibalik di situ, pelakunya sudah ditangkap dan itu bukan mahasiswa bahkan pelakunya mengatakan dia diberi duit.

Jadi ini saya kira perlu kewaspadaan jangan-jangan ada yang merasuki ideologi mahasiswa kita, ungkap Nurdin Abdullah.

Hal yang sama juga diterima Nurdin saat dirinya meninjau langsung aksi mahasiswa berakhir ricuh di Makassar, pada Hari Selasa Tanggal 24/9/2019.

Dijelaskannya bahwa saat itu mahasiswa melaporkan ke Nurdin bahwa awalnya mahasiswa tidak melakukan aksi ricuh, namun seketika ada pihak yang melempar dan memukuli mahasiswa.

Sehingga kita patut selalu waspada karena ini sebuah ciri-ciri yang memang ini sudah ada yang nompleng terhadap gerakan gerakan mahasiwa, jelasnya. (*). Sumber berita detiknews.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.