SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Gubernur Sulsel, Pemegang Saham Ingin Penyegaran Dalam Bank Sulselbar
Gubernur Sulsel, Pemegang Saham Ingin Penyegaran Dalam Bank Sulselbar

Gubernur Sulsel, Pemegang Saham Ingin Penyegaran Dalam Bank Sulselbar

Foto, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, saat memberikan keterangan pers sehubungan 
dengan RUPS para pemegang saham menginginkan adanya penyegaran dalam Bank Sulselbar.

Makssar, SpiritNews.com.- Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar Andi Muhammad Rahmat resmi diberhentikan dari jabatannya.

Sementara pencopotan Muhammad Rahmat dilakukan saat digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank sulselbar di Hotel Four Point  Makassar, Kamis (4/9).

Lebih lanjut diungkapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan bahwa dalam RUPS para pemegang saham menginginkan adanya penyegaran dalam Bank Sulselbar.

Selain itu, dikatakan pula bahwa pencopotan Direktur utama Bank sulselbar Muhammad Rahmat berdasarkan usulan seluruh pemegang saham secara demokratis, ungkap Nurdin saat ditemui di Rumah Jabatan, belum lama ini.

Menurut Nurdin, dalam RUPS tersebut para pemegang saham menyampaikan sejumlah pandangan dan evaluasi, salah satunya mereka menarget dividen yang lebih besar sementara saat ini kondisi Bank Sulselbar dinilai belum mampu memberi keuntungan kepada para pemegang saham.

"Para pemegang saham ingin deviden lebih besar. Bahkan ada beberapa pemegang saham dari kabupaten mengatakan, kita ini lagi mencari lembaga-lembaga yang bisa lebih memberikan keuntungan lebih besar daripada BPD,"jelas Nurdin.

Nurdin lebih jauh mengaku, alasan lain mencuatnya usulan penonaktifan Rahmat, yakni tingginya kredit macet atau non performing loan serta belum mampunya Bank Sulselbar menjadi Bank Devisa hingga kini ditengah gencarnya bank lain menawarkan promo besar-besaran.

"Seluruh pemegang saham mengeluhkan performa Bank Sulselbar kurang baik seperti NPL nya naik hampir 100%  padahal kan kalau kita komposisikan, kredit lebih dominan konsumsi dibanding produktif,"imbuhnya.

"Dalam waktu dekat pelaksana tugas sementara (plt) Direktur Utama Bank Sulselbar akan ditunjuk melalui kesepakatan seluruh pemegang saham,"tutupnya, (*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.